Begal Pembacok Belawan Iwan Membot Ditangkap POMAL Kodaeral I, Sita Pisau Dapur dan Pistol Mainan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 21 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID –Tim Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Belawan menangkap Iwan Saputra Lubis (21) alias Iwan Membot, terduga pelaku begal sadis di kawasan Medan Belawan, Minggu (19/4/2026) pukul 04.30 WIB.
Pelaku dibekuk saat melintas mengendarai sepeda motor di Jalan KL Yos Sudarso, tepatnya di depan sekolah Yayasan Perguruan Indonesia Membangun (Yapim), Belawan. Dari tangan pelaku, petugas menyita satu bilah pisau dapur, pistol mainan, topeng, serta sejumlah barang bukti lain yang diduga hasil kejahatan.
Penangkapan Iwan Membot merupakan bagian dari operasi gabungan tindak lanjut pengaduan masyarakat yang dilaksanakan atas permintaan Pemerintah Kota Medan. Operasi melibatkan TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Polri, dan unsur Kecamatan Medan Belawan.
Sebanyak 15 personel Pom Kodaeral I diterjunkan dengan dukungan dua unit mobil pribadi dan empat sepeda motor untuk menempati titik penyergapan.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral I Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan menjelaskan, Iwan sebelumnya sudah ditetapkan sebagai target operasi karena ditengarai pelaku berbagai aksi kejahatan yang meresahkan warga.
“Saat target melintas menggunakan sepeda motor, personel segera melakukan tindakan cepat dan terukur hingga pelaku berhasil kita amankan,” ujar Wahyu dalam keterangan resminya di Belawan, Minggu (19/4/2026).
Iwan Membot menyatakan dirinya sudah enam kali melakukan pembegalan sepeda motor di wilayah Belawan dan sekitarnya. Pengakuan tersebut disampaikan saat pelaku diinterogasi di Markas Komando Pom Kodaeral I, yang rekaman videonya kemudian beredar di media sosial.
Pelaku tidak dapat menghitung jumlah korban yang sempat dibacoknya dalam setiap aksi. Aksi terakhir Iwan disebut menimpa seorang pekerja PT Waruna Belawan.
Pelaku merupakan warga Jalan Pulau Seram Lingkungan VI, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, yang kerap beraksi di kawasan Gang Taik dan Simpang Sicanang bersama rekan-rekannya.
Petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa kunci inggris, pisau pemotong, jam tangan, cincin, gelang tangan, kalung logam, kartu ATM BRI, KTP, dua dompet kulit, topeng, dua topi, tas punggung, tas selempang, dokumen pribadi, pas foto, kosmetik, dan beberapa stel pakaian.
Barang bukti tersebut diduga merupakan hasil dari rangkaian aksi pembegalan sebelumnya.
Penangkapan Iwan Membot disambut dukungan masyarakat Belawan yang selama ini mengeluhkan maraknya aksi begal di wilayah tersebut. Warga menyampaikan apresiasi melalui pemberian papan bunga ucapan dukungan yang dipajang di depan Mako Pomal Kodaeral I, salah satunya dari Lembaga Asli Anak Belawan.
Ilson, warga Belawan, menyatakan dukungannya atas langkah tegas POMAL.
“Kami sudah jenuh dan sangat mendukung tindakan berani Pomal. Selama ini penjahat itu tidak ditangkap padahal sudah dilaporkan,” kata Ilson kepada wartawan di Belawan, Jumat (17/4/2026).
Tokoh masyarakat Belawan H. Irfan Hamidi turut menyampaikan terima kasih atas kepedulian aparat. Menurutnya, sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Medan menjadi bukti kehadiran negara dalam merespons keresahan warga terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Iwan Membot beserta seluruh barang bukti saat ini diamankan di Mako Pom Kodaeral I untuk pendalaman lebih lanjut. Wahyu Kurniawan menyebut pelaku akan diserahkan ke pihak kepolisian setelah menjalani pemeriksaan awal selama 1 kali 24 jam.
“Sinergi ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons keresahan warga terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan Kodaeral I berkomitmen menjaga stabilitas wilayah dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di pesisir Medan Utara.
Penangkapan Iwan Membot menjadi bagian dari rangkaian operasi POMAL Kodaeral I sepanjang April 2026. Sebelumnya, tim mengamankan VS (30) di kawasan Kampung Kolam pada Kamis (16/4/2026) terkait kasus pembacokan pegawai PT Waruna Belawan.
Pelaku dibekuk saat melintas mengendarai sepeda motor di Jalan KL Yos Sudarso, tepatnya di depan sekolah Yayasan Perguruan Indonesia Membangun (Yapim), Belawan. Dari tangan pelaku, petugas menyita satu bilah pisau dapur, pistol mainan, topeng, serta sejumlah barang bukti lain yang diduga hasil kejahatan.
Penangkapan Iwan Membot merupakan bagian dari operasi gabungan tindak lanjut pengaduan masyarakat yang dilaksanakan atas permintaan Pemerintah Kota Medan. Operasi melibatkan TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Polri, dan unsur Kecamatan Medan Belawan.
Sebanyak 15 personel Pom Kodaeral I diterjunkan dengan dukungan dua unit mobil pribadi dan empat sepeda motor untuk menempati titik penyergapan.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral I Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan menjelaskan, Iwan sebelumnya sudah ditetapkan sebagai target operasi karena ditengarai pelaku berbagai aksi kejahatan yang meresahkan warga.
“Saat target melintas menggunakan sepeda motor, personel segera melakukan tindakan cepat dan terukur hingga pelaku berhasil kita amankan,” ujar Wahyu dalam keterangan resminya di Belawan, Minggu (19/4/2026).
Iwan Membot menyatakan dirinya sudah enam kali melakukan pembegalan sepeda motor di wilayah Belawan dan sekitarnya. Pengakuan tersebut disampaikan saat pelaku diinterogasi di Markas Komando Pom Kodaeral I, yang rekaman videonya kemudian beredar di media sosial.
Pelaku tidak dapat menghitung jumlah korban yang sempat dibacoknya dalam setiap aksi. Aksi terakhir Iwan disebut menimpa seorang pekerja PT Waruna Belawan.
Pelaku merupakan warga Jalan Pulau Seram Lingkungan VI, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, yang kerap beraksi di kawasan Gang Taik dan Simpang Sicanang bersama rekan-rekannya.
Petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa kunci inggris, pisau pemotong, jam tangan, cincin, gelang tangan, kalung logam, kartu ATM BRI, KTP, dua dompet kulit, topeng, dua topi, tas punggung, tas selempang, dokumen pribadi, pas foto, kosmetik, dan beberapa stel pakaian.
Barang bukti tersebut diduga merupakan hasil dari rangkaian aksi pembegalan sebelumnya.
Penangkapan Iwan Membot disambut dukungan masyarakat Belawan yang selama ini mengeluhkan maraknya aksi begal di wilayah tersebut. Warga menyampaikan apresiasi melalui pemberian papan bunga ucapan dukungan yang dipajang di depan Mako Pomal Kodaeral I, salah satunya dari Lembaga Asli Anak Belawan.
Ilson, warga Belawan, menyatakan dukungannya atas langkah tegas POMAL.
“Kami sudah jenuh dan sangat mendukung tindakan berani Pomal. Selama ini penjahat itu tidak ditangkap padahal sudah dilaporkan,” kata Ilson kepada wartawan di Belawan, Jumat (17/4/2026).
Tokoh masyarakat Belawan H. Irfan Hamidi turut menyampaikan terima kasih atas kepedulian aparat. Menurutnya, sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Medan menjadi bukti kehadiran negara dalam merespons keresahan warga terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Iwan Membot beserta seluruh barang bukti saat ini diamankan di Mako Pom Kodaeral I untuk pendalaman lebih lanjut. Wahyu Kurniawan menyebut pelaku akan diserahkan ke pihak kepolisian setelah menjalani pemeriksaan awal selama 1 kali 24 jam.
“Sinergi ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons keresahan warga terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan Kodaeral I berkomitmen menjaga stabilitas wilayah dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di pesisir Medan Utara.
Penangkapan Iwan Membot menjadi bagian dari rangkaian operasi POMAL Kodaeral I sepanjang April 2026. Sebelumnya, tim mengamankan VS (30) di kawasan Kampung Kolam pada Kamis (16/4/2026) terkait kasus pembacokan pegawai PT Waruna Belawan.
www.geosiar.co.id