Ojol Tewas Dihantam Kereta Api di Perumnas Mandala Medan, Penumpang Selamat
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 21 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID –Pengemudi ojek online (ojol) Rajali (38) tewas seketika setelah sepeda motornya dihantam kereta api Railink jurusan Medan-Kualanamu di perlintasan tanpa palang pintu Jalan Rajawali, Kelurahan Tegal Sari Mandala (TSM) II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Senin (20/4/2026) siang.
Korban terpental sekitar 7 meter hingga masuk ke kandang ternak babi milik warga sekitar lokasi kejadian. Sepeda motor Honda Revo berpelat BK 5908 ALN yang dikendarai korban terseret kereta sejauh 500 meter.
Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sri Lestari Widodo menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.38 WIB. Korban merupakan warga Jalan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan.
Rajali saat itu membawa seorang penumpang perempuan bernama Adelia Ofira Pakpahan (20), warga Jalan TSM III, Kecamatan Medan Denai.
Keduanya melaju dari arah Jalan Rajawali menuju Jalan Padang saat insiden terjadi. Pada waktu yang bersamaan, Kereta Api Railink melintas dari arah Medan menuju Bandara Kualanamu.
“Korban diduga tidak menyadari datangnya kereta api dari arah Medan menuju Bandara Kualanamu saat melintasi rel kereta api,” kata AKBP Sri Lestari Widodo di Medan, Senin (20/4/2026).
Adelia berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari sepeda motor sesaat sebelum kereta menghantam. Ia hanya mengalami luka ringan dan dibawa ke klinik setempat untuk mendapat perawatan medis.
Jenazah Rajali dievakuasi petugas ke RS Bhayangkara Medan untuk pemeriksaan. Proses olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan bersama Polsek Medan Area.
Warga sekitar lokasi, Jefri Sinaga, menyebut penumpang perempuan yang selamat kemungkinan sadar akan bahaya saat motor mulai melintasi rel. Ia menuturkan kereta baru berhenti jauh dari titik kejadian akibat beban motor yang tersangkut di bagian bawah.
“Ojol ini sama penumpangnya perempuan datang dari Rajawali menuju ke arah Letda Sujono. Sementara kereta api datang dari Medan menuju ke arah Bandara Kualanamu. Penumpang perempuan ini mungkin sadar dia pas melewati rel, ada kereta api melintas, makanya dia melompat,” ujar Jefri di lokasi kejadian, Senin (20/4/2026).
Jefri menambahkan perlintasan kereta api di titik tersebut memang kerap memakan korban karena tidak dilengkapi palang pintu. Warga setempat bahkan sempat berinisiatif membentuk kelompok relawan untuk memberikan isyarat kepada pengendara saat kereta api hendak melintas.
“Sampai berhenti pun kereta apinya, karena lengket keretanya. Di sini seringkali tabrakan, karena tak ada palang pintu,” kata Jefri.
Warga lain, H Hasibuan, mengungkapkan relawan warga sering memberi peringatan namun banyak pengendara tetap nekat melintas. Menurutnya, saat kejadian para relawan kebetulan sedang tidak berada di lokasi.
“Di sini sering distop sama anak-anak yang berjaga. Tapi pengendara pada bandal,” kata Hasibuan di lokasi, Senin (20/4/2026).
Hasibuan menambahkan radius aman dari rel kereta api seharusnya lebih dari dua meter. Ia menyebut posisi yang terlalu dekat dengan rel hampir selalu berujung fatal bagi pengendara.
“Jadi radius dari rel itu dua meter. Kalau satu meter jangan harap bisa hidup. Biasa kami di sini, sering juga kena batu, kayu terbang, karena kencangnya kereta api. Tadi yang jaga kebetulan tidak ada,” ungkap Hasibuan.
Kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu wilayah Perumnas Mandala sebelumnya pernah merenggut korban jiwa. Pengemudi ojek online lainnya, Abdul Gani Nasution (38), tewas di perlintasan sekitar Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung, pada Sabtu (16/3/2024), setelah motornya ditabrak Kereta Api Siantar Express.
Kelurahan Tegal Sari Mandala II dan kawasan Perumnas Mandala di perbatasan Kecamatan Medan Denai dan Kecamatan Medan Tembung dikenal memiliki beberapa titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Warga setempat berulang kali meminta fasilitas pengaman resmi dari instansi terkait untuk mencegah jatuhnya korban baru.
www.geosiar.co.id
