Menko AHY: Tambang di Kawasan Transmigrasi Tak Boleh Semena-mena
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 18 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat menegaskan pembangunan ekonomi nasional tidak boleh mengorbankan lingkungan, termasuk dalam aktivitas eksplorasi dan ekstraksi sumber daya mineral di kawasan transmigrasi.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Patriot Move 2026 yang digelar Kementerian Transmigrasi pada momentum Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (17/5/2026).
AHY mendorong pendekatan infrastruktur hijau (green infrastructure) sebagai kerangka pembangunan yang dianut negara-negara maju saat ini.
AHY menyebut pendekatan tersebut menjadi keharusan di tengah perubahan iklim dan pemanasan global. Ia meminta Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi yang akan melakukan riset di 53 kawasan transmigrasi menerapkan aspek tersebut.
“Pembangunan ekonomi tidak boleh dengan merusak lingkungan. Jadi kalaupun ada eksplorasi dan ekstraksi sumber daya mineral yang ada di tanah kita, itu tidak boleh dilakukan semena-mena, sembarangan,” kata AHY usai rangkaian acara Sosialisasi Transmigrasi Patriot, Minggu (17/5/2026).
AHY menegaskan ada hukum, undang-undang, dan aturan yang mengatur kegiatan tersebut sehingga harus ditegakkan secara adil bagi semua pihak.
AHY menilai pendekatan pembangunan infrastruktur hijau atau pembangunan hijau (green development) bisa diusung bersama untuk beradaptasi terhadap dampak lingkungan akibat eksploitasi alam.
Menurut AHY, kerusakan lingkungan terbukti menjadi pemicu bencana alam. Ia menyebut masyarakat di sekitar lokasi eksploitasi menjadi pihak paling terdampak.
“Yang paling menderita, yang paling terdampak dan menjadi korban tentu masyarakat yang ada di sekitar situ. Tentu tidak adil bagi siapapun yang melakukan eksploitasi alam demi mengeruk sumber daya alam, tetapi mengabaikan lingkungan yang ada di situ, merusak bumi,” ujar AHY pada kesempatan yang sama.
AHY berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan satu arah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Ia tidak ingin pembangunan saat ini meninggalkan beban bencana bagi generasi mendatang.
Pernyataan AHY berkaitan dengan rencana Kementerian Transmigrasi memanfaatkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi untuk pertambangan batu bara hingga logam tanah jarang (LTJ).
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya menyebut Mamuju, Sulawesi Barat, memiliki potensi logam tanah jarang yang akan dikembangkan untuk pusat pertumbuhan ekonomi baru.
www.geosiar.co.id