Kemlu Lanjutkan Negosiasi Pembebasan Empat ABK WNI Sandera Perompak Somalia
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 19 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan proses negosiasi pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) MT Honour 25 yang disandera perompak di perairan Somalia masih terus berlangsung.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah menyatakan keempat sandera dilaporkan dalam keadaan sehat dengan logistik dan gaji tetap terpenuhi. Perkembangan ini disampaikan dalam keterangan kepada media pada Senin (18/5/2026).
Kapal tanker MT Honour 25 dibajak di perairan sekitar Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Selain empat WNI, kapal tersebut diawaki 10 warga negara Pakistan, satu warga negara India, dan satu warga negara Myanmar.
Keempat ABK WNI yang disandera adalah Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku Second Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor, sebagaimana dilaporkan Detik.
Heni menjelaskan koordinasi terus dilakukan antara perwakilan RI di Nairobi dengan pihak-pihak terkait di Somalia.
“Saat ini, proses negosiasi antara pihak pemerintah setempat, crew management, dan pihak-pihak terkait lainnya di Somalia masih terus berlanjut. Besar harapan proses negosiasi pembebasan dapat selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama,” kata Heni Hamidah dalam keterangan kepada media, Senin (18/5/2026).
Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi memantau perkembangan situasi secara intensif.
Heni menyebut Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan telah menjalin komunikasi langsung dengan keluarga para korban (family engagement).
“Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai pihak, seluruh kru kapal WNI dilaporkan dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan,” ujar Heni dalam keterangan yang sama, Senin (18/5/2026).
Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Anton Sukartono Suratto sebelumnya meminta pemerintah menempuh pendekatan komprehensif melibatkan negosiasi bilateral maupun multilateral, sebagaimana dilaporkan Detik. Ia mencatat kasus serupa juga sempat terjadi pada Januari 2026 ketika ABK WNI disandera di perairan Gabon.
www.geosiar.co.id