Polrestabes Medan Buru Sepasang Remaja Diduga Hisap Pod Getar dalam Video Viral
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 18 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID —Sebuah video diduga memperlihatkan sepasang remaja menghisap rokok elektrik jenis pod getar berisi narkotika di Kota Medan beredar luas di media sosial.
Video tersebut menjadi atensi Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan yang menyatakan akan menelusuri identitas para pelaku. Pod getar saat ini menjadi modus baru peredaran narkotika cair yang menyasar kalangan muda di Sumatera Utara.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha sebelumnya menegaskan pihaknya tidak dapat menangkap seseorang yang muncul dalam video tanpa barang bukti. Kebijakan itu telah ia sampaikan dalam berbagai penanganan kasus serupa di Medan.
Praktik peredaran pod getar di Medan terungkap dalam beberapa kasus berturut-turut sejak awal 2026. Polisi pertama kali membongkar jaringan ini lewat penangkapan disjoki (DJ) sekaligus selebgram berinisial MT alias DJ K (24) di Jangka Residence, Jalan Jangka, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (10/3/2026) dini hari.
Dalam kasus DJ K, polisi menyita satu unit pod merek Lamborghini 88 berisi cairan yang dipastikan mengandung metomidate. Hasil tes urine DJ K dan dua pekerjanya positif narkotika.
Polisi kembali membongkar gudang pod getar di sebuah apartemen di Jalan Kolam, Kecamatan Medan Area, Jumat (1/5/2026). Petugas menyita 294 unit vape berisi narkotika dan 74 butir pil Happy Five (Erimin-5) dari dua kamar apartemen yang dijadikan tempat penyimpanan.
“Penangkapan ini menjadi pintu masuk kami untuk menelusuri hulu peredarannya,” kata Rafli, Jumat (1/5/2026).
Polisi juga menangkap HZ (26), warga Desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (8/5/2026). HZ ditangkap di parkiran salah satu hotel di Jalan Mojopahit saat hendak bertransaksi pod getar merek Thugs. HZ diketahui merupakan panglima geng motor NKB yang berperan sebagai kurir dengan upah Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per transaksi.
Pod getar merujuk pada rokok elektrik yang cairannya dicampur narkotika sintetis. Pengguna umumnya mengalami efek tremor atau sensasi getar setelah menghisap cairan tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan sebelumnya menjelaskan modus pod getar tidak mudah dideteksi karena bentuknya menyerupai cairan vape biasa. Tes urine penggunanya kerap menunjukkan hasil negatif sehingga menyulitkan pembuktian.
www.geosiar.co.id