AHY Sebut SDM STEM Indonesia Baru 20 Persen, Tertinggal dari Malaysia dan China
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
BALIKPAPAPAN,GEOSIAR.CO.ID -Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut proporsi sumber daya manusia (SDM) berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (*science, technology, engineering, and mathematics*/STEM) di Indonesia baru sekitar 20 persen.
Angka tersebut masih jauh di bawah Malaysia yang mencapai 43,5 persen dan China sebesar 41 persen, menurut data yang disampaikan AHY dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026).
“Proporsi SDM berbasis STEM di Indonesia baru sekitar 20 persen. Angka ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 43,5 persen maupun Tiongkok yang berada di angka 41 persen,” kata AHY.
AHY menegaskan, kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan kemampuan berinovasi menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Karena itu, peningkatan tenaga ahli di bidang STEM dinilai penting untuk memperkuat daya saing Indonesia.
Ia juga menyoroti peran perguruan tinggi teknologi dalam mendukung transformasi ekonomi nasional. ITK, yang diresmikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2014, diharapkan menjadi salah satu penggerak pengembangan teknologi dan inovasi di Kalimantan maupun Indonesia.
Menurut AHY, Kalimantan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sejumlah sektor yang dapat dikembangkan meliputi energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, ekonomi maritim, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pengembangan sektor-sektor tersebut membutuhkan dukungan tenaga ahli yang mampu menguasai teknologi dan menghasilkan inovasi sesuai kebutuhan industri. Ketersediaan SDM STEM pun menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan pendidikan tinggi dan pengembangan kompetensi.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITK Prof. Dr. Agus Rubiyanto menyampaikan perlunya dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk memenuhi kebutuhan lahan serta membangun fasilitas kampus, termasuk gerbang utama ITK.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyambut baik aspirasi tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah provinsi mengawal penyediaan lahan serta dukungan anggaran bagi pembangunan fasilitas kampus.
Rudy juga berharap kapasitas ITK terus meningkat dari jumlah mahasiswa saat ini yang disebut mencapai sekitar 9.000 orang. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan memperluas kesempatan pendidikan tinggi sekaligus menambah jumlah tenaga ahli yang dapat mendukung pembangunan daerah.
Peringatan Dies Natalis ke-12 ITK turut ditandai dengan peresmian simbolis konsorsium ITX yang memperkuat kolaborasi empat institut teknologi negeri, yakni ITK, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Sumatera (Itera).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ant perguruan tinggi teknologi dalam pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.
