Menteri Perumahan Hong Kong Mundur Karena Kebakaran Apartemen Tewaskan 168 Orang
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
HONGKONG, GEOSIAR.CO.ID -–Menteri Perumahan Hong Kong, Winnie Ho, mengundurkan diri menyusul kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court, Tai Po, yang menewaskan 168 orang pada November 2025. Pemimpin Hong Kong, John Lee, juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tragedi tersebut.
Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (29/10/2026), pengunduran diri itu diumumkan menjelang penyampaian laporan investigasi setebal lebih dari 1.000 halaman yang mengungkap berbagai kelemahan dalam tata kelola dan pengawasan renovasi bangunan di Hong Kong.
Lee menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan masyarakat yang terdampak kebakaran yang terjadi pada 26 November 2025 tersebut.
“Saya sangat sedih. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak dan masyarakat umum,” ujar Lee.
Kebakaran melanda tujuh blok menara hunian setinggi 31 lantai di kompleks Wang Fuk Court yang ketika itu sedang menjalani renovasi. Api menyebar di kawasan permukiman tersebut dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Tragedi itu menjadi kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak 1948. Selain korban meninggal dunia, ribuan warga terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka tidak lagi layak dihuni.
Laporan investigasi yang disusun panel pimpinan hakim menguraikan sejumlah kegagalan dalam sistem pengawasan dan regulasi industri bangunan, khususnya terkait pekerjaan renovasi kompleks tersebut.
Menanggapi temuan itu, Lee menjanjikan reformasi menyeluruh terhadap industri bangunan dan sistem pengawasannya. Langkah tersebut ditujukan untuk memperbaiki kelemahan regulasi dan mencegah tragedi serupa terulang.
Pengunduran diri Winnie Ho menjadi perkembangan penting dalam penanganan dampak kebakaran tersebut, ketika pemerintah Hong Kong menghadapi tuntutan untuk menjelaskan kegagalan pengawasan dan memperbaiki sistem keselamatan bangunan.
Pemerintah Hong Kong kini menghadapi tantangan untuk menindaklanjuti temuan investigasi melalui pembenahan regulasi, pengawasan renovasi, serta perlindungan keselamatan penghuni gedung.
