Menko AHY: Transportasi Laut Bukan Sekadar Logistik, tapi Soal Kedaulatan
GEOSIAR.CO.ID 20 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat menyatakan pendidikan pelayaran menjadi faktor penentu masa depan maritim Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi keluarga besar Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) bersama taruna-taruni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2026).
AHY menekankan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) pelaut harus berjalan beriringan demi memperkuat konektivitas laut nasional.
AHY menilai Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menggantungkan masa depannya pada ketangguhan sektor maritim. Pembangunan jalur pelayaran dan sistem logistik nasional, menurutnya, tidak bisa dipisahkan dari kualitas pelaut yang dihasilkan lembaga pendidikan.
“Infrastruktur maritim dan kualitas sumber daya manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Transportasi laut bukan sekadar soal logistik, melainkan soal kedaulatan, terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia,” kata AHY dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Dalam kunjungannya, AHY meninjau langsung fasilitas pendidikan di kampus STIP Marunda. Ia menyoroti sejumlah sarana modern di kampus tersebut, mulai dari bridge simulator (simulator anjungan kapal), teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga perangkat robotik.
Kelengkapan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi STIP untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
“Infrastruktur pendidikan yang modern sangat krusial untuk melahirkan perwira yang kompeten, tangguh, dan siap menghadapi kerasnya tantangan di lautan internasional,” tegas AHY. Ia menambahkan STIP sudah lama dikenal sebagai pusat unggulan pendidikan pelayaran di Indonesia.
AHY juga menekankan pentingnya pendidikan berkualitas, disiplin tinggi, serta kesiapan mental dan fisik bagi calon pelaut Indonesia. Ia berharap STIP terus melahirkan lulusan yang mampu memperkuat konektivitas nasional, menekan biaya logistik, dan menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
“Pendidikan pelayaran menentukan masa depan maritim kita. Infrastruktur dan SDM harus berjalan beriringan agar konektivitas laut semakin kuat,” ujar AHY, sebagaimana dilaporkan Koran Jakarta.
Menutup sambutannya, AHY mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Ia menyatakan penguatan konektivitas laut menjadi kunci menurunkan biaya logistik nasional.
“Mari kita terus berkolaborasi untuk menurunkan biaya logistik nasional dan mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” kata AHY dalam keterangan yang sama.
Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi sejumlah pejabat Kemenko IPK. Mereka antara lain Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, serta Tenaga Ahli Menko Yudhi Prasetyo Purnomo dan Rio Neswan.
www.geosiar.co.id

