Hendrik Sitompul Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Pada Hari Buruh 1 Mei
GEOSIAR.CO.ID 1 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID –Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 di Indonesia diwarnai aksi besar buruh di berbagai daerah. Massa pekerja menyampaikan sedikitnya 11 tuntutan utama kepada pemerintah melalui aksi serentak nasional. Tuntutan tersebut mencakup isu ketenagakerjaan, perpajakan, hingga perlindungan industri nasional.
Aksi buruh terpusat di kawasan Monumen Nasional Jakarta dan berlangsung serentak di berbagai provinsi. Peserta aksi berasal dari sektor manufaktur, transportasi, hingga pengemudi ojek daring. Momentum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, menegaskan tuntutan buruh berfokus pada perlindungan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan.
“Kami menuntut penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, serta revisi regulasi ketenagakerjaan agar berpihak pada buruh,” kata Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, dalam aksi May Day di Monas, Jakarta, 1 Mei 2026.
Tuntutan lain meliputi kenaikan penghasilan tidak kena pajak, penghapusan pajak atas tunjangan hari raya dan pesangon, serta perlindungan industri padat karya. Buruh juga menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja akibat tekanan ekonomi global.
Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah langkah untuk merespons tuntutan tersebut. Pemerintah mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan agar selesai pada 2026.
Pemerintah juga menyiapkan pembentukan satuan tugas untuk mitigasi pemutusan hubungan kerja guna mengantisipasi potensi gelombang PHK di berbagai sektor industri.
“Saya memberi instruksi agar RUU Ketenagakerjaan segera diselesaikan tahun ini,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dalam peringatan May Day di Monas, Jakarta, 1 Mei 2026, sebagaimana dilaporkan Detik.
CEO Cahaya Andhika Tamara Group, Hendrik Halomoan Sitompul, menyampaikan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam merespons tuntutan buruh.
“Kami mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya rencana pembentukan satgas PHK dan percepatan regulasi ketenagakerjaan, karena ini memberikan kepastian bagi pekerja dan dunia usaha,” kata Hendrik H. Sitompul, CEO Cahaya Andhika Tamara Group (CAT Group), dalam wawancara dengan Geosiar, Medan, 30 April 2026.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjaga keseimbangan antara perlindungan buruh dan keberlanjutan industri. Kepastian hukum dinilai penting untuk mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor riil.
“Keseimbangan antara perlindungan tenaga kerja dan iklim usaha harus dijaga agar investasi tetap berjalan dan lapangan kerja tidak berkurang,” kata Hendrik Halomoan Sitompul, CEO Cahaya Andhika Tamara Group, dalam wawancara dengan Geosiar, Medan, 30 April 2026.
Peringatan May Day 2026 menunjukkan tuntutan buruh yang semakin terstruktur dan respons pemerintah yang mulai diarahkan pada langkah konkret. Kebijakan yang disiapkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pekerja sekaligus menjaga stabilitas dunia usaha.
www.geosiar.co.id

