AHY Lantik Biru Muda Project, Tegaskan Anak Muda Bukan Sekadar Pajangan Politik

GEOSIAR.CO.ID 4 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melantik Ketua Umum dan jajaran pengurus Biru Muda Project (BMP) periode 2026 di Hallf Patiunus, Jakarta, Sabtu (2/5/2026) pagi.

AHY mendorong generasi muda menjadi subjek perubahan dan penguat demokrasi, bukan sekadar objek dalam proses politik. Acara pelantikan dihadiri sejumlah menteri dan anggota DPR RI.

Biru Muda Project merupakan wadah kolaborasi anak muda yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kontribusi sosial. Organisasi ini dipimpin Ketua Umum Teuku Agassi Harsya untuk periode 2026.

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan apresiasi atas berdirinya BMP. Ia menilai organisasi tersebut sebagai gerakan inklusif yang merangkul anak muda lintas latar belakang.

“Kami dari keluarga besar Partai Demokrat menyambut sangat baik. Ini adalah gerakan positif yang merangkul anak muda lintas identitas, suku, agama, profesi, baik dari kalangan entrepreneur, profesional, hingga kreatif,” kata AHY dalam sambutannya di Hallf Patiunus, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

AHY menekankan pentingnya membangun literasi politik di kalangan generasi milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha yang menjadi mayoritas populasi Indonesia saat ini.

AHY mengajak anak muda mengedepankan pola pikir kritis terhadap isu strategis nasional di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.

Ia menegaskan pemberdayaan anak muda di ranah politik tidak boleh bersifat sementara atau simbolis. Menurutnya, dibutuhkan ekosistem berkelanjutan agar generasi muda menjadi subjek aktif dalam proses politik dan pembangunan, bukan sekadar objek.

“Kita harus membangun jembatan yang kokoh, bukan jembatan lima tahunan. Anak muda harus dirangkul dan dibina setiap saat, bukan hanya saat pemilu,” tegas AHY.

AHY menambahkan keterlibatan anak muda harus mencakup seluruh proses kebijakan, mulai dari perumusan isu hingga pengawalan implementasi. Hal tersebut, kata dia, akan memperkuat demokrasi Indonesia.

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang itu juga menyoroti pentingnya kaderisasi serta regenerasi kepemimpinan. Tanpa hal tersebut, organisasi maupun partai politik berisiko kehilangan daya tahan dan keberlanjutan.

Untuk meningkatkan partisipasi politik anak muda, AHY menekankan perlunya menurunkan hambatan masuk (barriers to entry). Hal itu mencakup pembukaan ruang yang lebih luas dalam struktur partai, pencalonan legislatif, hingga jenjang kepemimpinan daerah dan nasional.

Dalam konteks era digital, AHY mengingatkan pentingnya pemanfaatan platform digital secara strategis. Ia mendorong generasi muda mengisi ruang digital dengan substansi.

“Kita harus aktif di media sosial dengan substansi, bukan sekadar menambah kebisingan ruang digital,” ujar AHY.

Acara pelantikan turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (Partai Demokrat), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (Partai Demokrat) yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Demokrat, serta Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf (Partai Demokrat).

Pelantikan BMP digelar bertepatan dengan konferensi bertajuk “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026”. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor (Partai Bulan Bintang) turut memberikan sambutan di forum tersebut.

AHY menutup sambutannya dengan harapan BMP dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata di seluruh Indonesia, tidak terbatas di Jakarta.

“Selamat kepada Biru Muda Project. Semoga semakin maju, sukses, dan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Indonesia,” tutup AHY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *