Wamenaker Afriansyah Noor: 155 Juta Pekerja Indonesia Masih Bertumpu di Sektor Informal

GEOSIAR.CO.ID 4 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Afriansyah Noor, menyatakan struktur ketenagakerjaan Indonesia masih didominasi sektor informal dengan lebih dari 155 juta angkatan kerja berada di sektor tersebut.

Ia mendorong generasi muda mengambil peran aktif menciptakan lapangan kerja baru, tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pelantikan Biru Muda Project bertajuk “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026” di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Afriansyah menilai jutaan angkatan kerja lainnya belum terserap di pasar kerja formal. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM), terutama di kalangan pemuda.

“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik, tetapi mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata,” kata Afriansyah Noor di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Afriansyah, kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri menjadi tantangan utama yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja. Diperlukan transformasi menyeluruh pembangunan SDM agar lebih adaptif terhadap perubahan.

Generasi muda, lanjutnya, perlu didorong tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja. Mereka diharapkan mampu menciptakan peluang melalui inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi.

“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi melalui penciptaan peluang kerja baru, terutama di era digital,” ujarnya.

Afriansyah menambahkan penguatan ekosistem ketenagakerjaan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media.

Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 menetapkan empat pilar strategis. Pilar pertama adalah penguatan pelatihan vokasi melalui skilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (pelatihan ulang).

Pilar kedua adalah pengembangan Talent and Innovation Hub atau Pusat Talenta dan Inovasi. Pilar ketiga adalah perluasan akses pelatihan termasuk bagi penyandang disabilitas.

Pilar keempat adalah peningkatan produktivitas melalui Labor Productivity Clinics atau Klinik Produktivitas Tenaga Kerja. Selain itu, pengembangan talenta juga dilakukan melalui pendekatan inkubasi untuk mendorong lahirnya wirausaha digital baru.

Pendekatan inkubasi diharapkan menciptakan pelaku ekonomi mandiri yang inovatif. Sasarannya termasuk sektor ekonomi kreatif dan industri hijau.

“Seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Afriansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *