Kementerian Transmigrasi Buka Pendaftaran 1400 Sarjana untuk Tim Ekspedisi Patriot 2026

GEOSIAR.CO.ID 4 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Kementerian Transmigrasi membuka pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 sejak 1 Mei hingga 21 Mei.

Sebanyak 1.400 sarjana akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia untuk pendampingan masyarakat selama satu tahun penuh. Program ini terbuka bagi lulusan minimal Diploma IV (D4) dari semua perguruan tinggi.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, sekaligus kader Partai Demokrat, menyatakan program TEP 2026 berfokus pada aksi nyata di lapangan. Hal itu disampaikan dalam Penutupan Konsinyering Rapat Pleno Hasil Reviu Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

“Pada 2026, kami menyiapkan 1.400 Patriot untuk ditempatkan di 52 kawasan transmigrasi. Mereka akan menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat sekaligus mitra pendamping transmigran dalam mengoptimalkan potensi kawasan,” kata Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Kementerian Transmigrasi kemudian mengonfirmasi cakupan program akhirnya menjadi 53 kawasan, sebagaimana dilaporkan Antara. Kawasan tersebut mencakup wilayah prioritas nasional di Papua, Barelang di Kepulauan Riau, dan Bahari Tomini Raya di Sulawesi Tengah.

Iftitah menjelaskan pelibatan sarjana menjadi pilihan strategis karena penugasan berlangsung penuh selama satu tahun. Pendekatan ini berbeda dari skema mahasiswa aktif yang harus kembali ke kampus.

“Nah kenapa sekarang fokusnya adalah kepada sarjana? Karena nanti akan lebih dari 1.000 Patriot itu utamanya itu di beberapa tempat, nanti akan tinggal selama satu tahun. Jadi Tim Ekspedisi Patriot akan tinggal selama satu tahun sehingga dampaknya akan lebih nyata begitu. Jadi itu kalau misalkan yang mahasiswa on-going dia kan harus balik kuliah begitu, inilah kenapa kita menggunakan sarjana,” ujar Iftitah.

Para Patriot akan mendampingi transmigran mengoptimalkan hasil tanam. Pendampingan mencakup peningkatan budidaya berkelanjutan, penggunaan bibit unggul, pengolahan pascapanen, serta penguatan tata niaga yang memberi nilai tambah bagi petani.

Program TEP 2026 terbuka bagi lulusan atau alumni Diploma IV (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), maupun Doktor (S3) dari semua perguruan tinggi di Indonesia. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman tep.transmigrasi.go.id atau melalui 10 perguruan tinggi mitra utama.

Sepuluh kampus mitra utama tersebut adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin. Calon peserta tidak harus merupakan lulusan dari kesepuluh kampus tersebut.

“Diberikan ruang juga bagi siapapun, sarjana lulusan dari universitas manapun, untuk ikut ambil bagian di dalam program itu. Itulah kenapa kami membuka kesempatan bagi siapapun untuk ikut bergabung di dalam tim UI, misalkan, begitu pula dengan tim ITB, ITS, dan UNHAS juga demikian,” jelas Iftitah.

Universitas mitra bertindak sebagai penanggung jawab program kerja yang dijalankan peserta TEP di kawasan transmigrasi yang menjadi wilayah tugas masing-masing perguruan tinggi.

Rencana program disusun berdasarkan riset dan pemetaan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi. Hasil pemetaan menunjukkan masih banyak komoditas unggulan yang perlu diperkuat melalui inovasi, hilirisasi, dan pendampingan berkelanjutan.

Pada 2025, peserta TEP disebar ke 154 wilayah transmigrasi untuk pemetaan potensi ekonomi. Pada 2026, fokus dipersempit menjadi 53 kawasan prioritas dengan orientasi pelaksanaan langsung.

“Tim Ekspedisi Patriot 2026 bukan sekadar program penempatan sarjana di kawasan transmigrasi, tetapi agenda besar menyiapkan SDM pendamping yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Iftitah.

Program TEP merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot yang diatur dalam Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2026. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat transformasi transmigrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *