Usai Santap MBG, 38 Siswa SD di Galang Tumbang dan Dilarikan ke Puskesmas
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
DELI SERDANG, GEOSIAR.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dikaitkan dengan dugaan keracunan. Sebanyak 38 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan mengalami sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG dan harus mendapat penanganan di Puskesmas Galang.
Puluhan siswa tersebut berasal dari empat sekolah. Rinciannya, tujuh siswa SDN 101976 Desa Bandar Kuala, 13 siswa SDN 106197 Desa Paku, 17 siswa SDN 101961 Desa Timbang Deli, serta satu siswa SDN 107827 Desa Titi Besi.
Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang A Syukri Fitrian membenarkan adanya sejumlah siswa yang harus mendapat perawatan.
“Sudah ditangani dan sudah ada juga yang pulang,” ujar Syukri.
Syukri belum memastikan jumlah keseluruhan siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap MBG tersebut. Ia menyebut seluruh siswa yang dilaporkan sakit telah mendapat penanganan medis di Puskesmas Galang.
Sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan.
Informasi sementara menyebutkan keluhan yang dialami siswa antara lain sakit perut dan muntah. Keluhan tersebut muncul setelah siswa mengonsumsi makanan MBG, termasuk susu dalam kemasan kotak yang menjadi bagian dari menu.
Dinas Kesehatan Deli Serdang langsung mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa. Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa.
Dengan demikian, dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Belum dapat dipastikan apakah keluhan para siswa benar disebabkan oleh makanan MBG yang dikonsumsi.
Kasus di Galang ini menjadi perhatian setelah informasi mengenai puluhan siswa yang sakit beredar luas di media sosial.
Penanganan terhadap para siswa saat ini dilakukan oleh pihak puskesmas, sementara sampel makanan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil laboratorium nantinya diharapkan dapat menjelaskan penyebab sakit yang dialami para siswa.
