Wamenaker Dorong Sertifikasi Profesi Permanent Makeup
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
TANGERANG, GEOSIAR.CO.ID -– Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya standar kompetensi dan sertifikasi profesi bagi tenaga kerja di bidang permanent makeup agar memiliki keterampilan yang terukur dan mampu bersaing di pasar global.
Hal itu disampaikan Afriansyah saat membuka Permanent Make Up Indonesia Festival 2026 di kawasan PIK 2, Tangerang, Rabu (21/10/2026).
Festival yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 tersebut diikuti 700 peserta, terdiri atas 400 peserta dari Indonesia dan 300 warga negara asing yang mewakili 24 negara.
Menurut Afriansyah, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk bekerja di industri permanent makeup. Tenaga kerja juga perlu memahami etika profesi, standar kerja, dan keselamatan pelanggan agar kualitas layanan tetap terjaga.
“Kompetensi dan sertifikasi resmi adalah kunci utama agar tenaga kerja tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga beretika, aman, dan berdaya saing global,” katanya.
Ia menjelaskan, standar kompetensi dan sertifikasi dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Karena itu, pelatihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi agar keterampilan tenaga kerja tetap relevan.
Afriansyah juga menilai peningkatan kompetensi membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pelatihan. Dialog dengan industri, pemetaan kompetensi, serta pelatihan berbasis praktik dinilai penting untuk mempertemukan kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Selain kompetensi, ia menekankan pentingnya kemitraan yang setara dan pengukuran hasil dalam program pengembangan tenaga kerja. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Mari kita bangun industri ini bersama-sama melalui ruang dialog yang terbuka, kemitraan yang setara, serta komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja kita,” tutur Afriansyah.
Festival tersebut juga menghadirkan kompetisi teknik eyeliner, bibir, dan alis, serta demonstrasi teknik dan metode terbaru permanent makeup oleh perwakilan sejumlah negara.
Afriansyah berharap kegiatan berskala internasional itu dapat mendukung pengembangan industri permanent makeup di Indonesia, terutama melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja dan penerapan standar profesi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
