Kementerian Ekraf Gandeng Netflix, Dorong Karya Sastra Indonesia Diadaptasi ke Film dan Serial
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -– Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng Netflix untuk mendorong karya sastra Indonesia diadaptasi menjadi film dan serial yang berpeluang menjangkau penonton internasional. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat hubungan antara industri penerbitan, penulis, dan industri audiovisual.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan jajaran pimpinan Netflix di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menteri Ekraf mengatakan, pemerintah ingin memperluas kesempatan bagi karya kreatif dari berbagai daerah di Indonesia untuk dikembangkan ke dalam format lain dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami sangat menghargai dukungan berkelanjutan Netflix kepada Indonesia, khususnya dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, terutama pada subsektor film, animasi, dan video. Pemerintah ingin memastikan karya kreatif Indonesia dari berbagai daerah memperoleh kesempatan lebih besar untuk diadaptasi ke dalam format lain, dikembangkan, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Teuku Riefky.
Salah satu contoh keberhasilan adaptasi karya lokal yang disebut dalam pertemuan tersebut adalah serial Gadis Kretek. Serial itu dinilai menunjukkan potensi cerita Indonesia untuk menarik perhatian penonton lintas negara sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku industri kreatif.
Untuk memperkuat hubungan antara dunia literasi dan audiovisual, Kementerian Ekraf juga menjalankan program LITERAIA 2026 bersama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Program ini menjadi wadah lokakarya bagi penulis potensial dari berbagai daerah untuk mengeksplorasi pengembangan karya tulis menjadi film atau serial.
IKAPI menaungi lebih dari 2.500 penerbit. Melalui program tersebut, penulis diharapkan dapat mengenali peluang adaptasi karya sekaligus memahami proses pengembangan cerita untuk kebutuhan industri audiovisual.
Vice President Global APAC Netflix Andrew Ure mengatakan, selama satu dekade beroperasi di Indonesia, Netflix membangun kerja sama dengan pelaku industri lokal melalui produksi, lisensi karya, dan pengembangan kapasitas talenta.
“Kami merasa sangat terhormat dapat bermitra dengan banyak penulis, sutradara, produser, dan perusahaan produksi hebat dari Indonesia, serta tentunya dengan Kementerian Ekraf. Saya pikir, dengan talenta yang dimiliki, tradisi bertutur yang kuat, keterampilan teknis, serta kekayaan lokasi geografis yang menawarkan beragam keindahan visual, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi kekuatan besar sekaligus mesin pertumbuhan bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Menurut Andrew, membawa cerita Indonesia ke ruang audiovisual internasional tidak hanya memperluas jangkauan karya, tetapi juga dapat menjadi sarana diplomasi budaya dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi penulis, sineas, serta perusahaan produksi dalam negeri.
Dalam audiensi tersebut, Netflix diwakili Director of Global Affairs Netflix Southeast Asia Ruben Hattari, Head of Public Affairs APAC Ryan Raharjo, dan Senior Manager of Global Affair SEA Sarut Wittayarungruangsri.
Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, serta Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan.
