Survei IPO: AHY Masuk Tiga Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -– – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh penilaian 25,2 persen dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengenai kinerja menteri Kabinet Merah Putih selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hasil survei yang dirilis pada Oktober 2026 itu menempatkan AHY dalam jajaran menteri yang dinilai bekerja baik oleh responden. Penilaian tersebut menunjukkan persepsi publik terhadap kinerja AHY di tengah evaluasi masyarakat atas kinerja para menteri selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyampaikan hasil tersebut pada Sabtu (24/10/2026). Berdasarkan jawaban responden atas pertanyaan mengenai menteri yang dinilai bekerja paling baik, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh 33 persen, disusul AHY dengan 25,2 persen dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebesar 24,5 persen.
“Yang dianggap bekerja paling baik adalah Menteri Pertanian Andi Amran sebesar 33 persen, disusul Menko Infrastruktur AHY 25,2 persen, ketiga Menko Pangan Zulkifli Hasan 24,5 persen, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 21,8 persen,” kata Dedi.
Survei IPO tersebut dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode *multistage random sampling*, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Selain mengukur persepsi kinerja, IPO turut menilai tingkat pengenalan masyarakat terhadap para menteri. Dalam kategori pengenalan spontan atau top of mind, AHY memperoleh 16,5 persen. Angka itu menunjukkan tingkat penyebutan spontan responden terhadap AHY ketika ditanya mengenai nama menteri yang mereka ingat.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencatat angka 37,5 persen dalam kategori tersebut, disusul Muhaimin Iskandar sebesar 34,1 persen dan Zulkifli Hasan sebesar 21,7 persen.
Hasil survei ini menggambarkan bahwa penilaian terhadap kinerja dan tingkat pengenalan publik merupakan dua indikator berbeda. Tingginya penilaian kinerja tidak selalu sejalan dengan tingkat popularitas atau keterkenalan seorang menteri.
Meski demikian, hasil tersebut merupakan gambaran persepsi responden dalam periode survei, bukan ukuran tunggal untuk menentukan keberhasilan seluruh program kementerian. Penilaian yang lebih menyeluruh tetap memerlukan evaluasi terhadap capaian program, realisasi kebijakan, serta dampaknya bagi masyarakat.
Bagi AHY, hasil survei ini menjadi salah satu gambaran penilaian publik terhadap perannya memimpin koordinasi bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan selama pemerintahan Prabowo-Gibran.
