Jelang Lebaran, Pengguna Ojol Keluhkan Susah Dapat Driver, Gojek dan Grab Buka Suara

GEOSIAR.CO.ID 15 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDFenomena sulitnya mendapatkan pengemudi ojek online (ojol) ramai dikeluhkan warga di berbagai kota besar, khususnya Jakarta, dalam sepekan terakhir. Pengguna melaporkan waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya, pesanan yang dibatalkan sepihak, hingga tarif yang melonjak signifikan. Keluhan tersebut membanjiri media sosial dan memunculkan istilah “krisis ojol” yang viral di platform Threads, Instagram, dan X sejak awal Maret 2026.

Lonjakan Permintaan Bertemu Berkurangnya Driver

Head of Driver Operations Gojek Bambang Adi Wirawan mengakui adanya perubahan pola pemesanan selama akhir Ramadan. “Pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idulfitri, kami mendapati adanya perubahan pola pemesanan pada jam-jam sibuk, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta. Jam sibuk dimulai lebih awal dibanding hari-hari lainnya di luar bulan Ramadan, yakni sejak pukul 15.30, hingga mencapai puncaknya pada pukul 16.00–18.00 WIB,” kata Bambang kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Bambang menambahkan, di tengah lonjakan permintaan tersebut, sebagian mitra pengemudi yang beroperasi di kota-kota besar sudah lebih dahulu mudik. Faktor cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik serta kepadatan lalu lintas turut memperburuk ketersediaan mitra. “Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra,” ujarnya.

Grab Akui Permintaan Meningkat Pesat

Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti menyampaikan hal serupa. “Hal ini terjadi karena dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran, termasuk GrabExpress, GrabFood, dan layanan lainnya, mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Pada saat yang sama, ketersediaan mitra pengemudi juga turut dipengaruhi oleh kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan, serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya,” ujar Tyas dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026). Tim operasional Grab tengah melakukan berbagai penyesuaian operasional untuk menstabilkan ketersediaan mitra dan menjaga kualitas layanan.

Driver Selektif Pilih Pesanan, Gojek Siapkan Tarif Khusus Lebaran

Di sisi pengemudi, sejumlah mitra mengaku selektif dalam menerima pesanan akibat ketidakseimbangan antara tarif yang diterima dan jarak tempuh yang harus dilalui. Banyak pengemudi memilih mematikan aplikasi (off bid) saat hujan deras atau ketika sistem mendistribusikan pesanan dari jarak yang terlalu jauh. Sebagai respons, Gojek menyiapkan skema tarif khusus selama periode libur Idulfitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra. “Terdapat pula insentif atau bonus pendapatan tambahan untuk mitra driver yang telah menyelesaikan jumlah order tertentu.

Langkah ini penting kami jalankan untuk mengapresiasi mitra driver yang tetap memilih melayani masyarakat di periode libur Hari Raya Idulfitri,” kata Bambang. Kedua aplikator mengimbau pengguna untuk mengalokasikan waktu lebih lama saat memesan layanan, terutama pada jam-jam sibuk menjelang waktu berbuka puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *