TNI Kuasai Markas OPM di Nabire, Senjata dan Amunisi Disita

GEOSIAR.CO.ID 24 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

NABIRE, GEOSIAR.CO.ID -Tim Patroli Keamanan Komando Operasi (Koops) TNI Papua berhasil menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah terjadi kontak tembak yang memaksa kelompok bersenjata melarikan diri ke arah hutan. Operasi bermula dari temuan aktivitas mencurigakan yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata di lokasi tersebut. Dari penguasaan markas ini, TNI menyita senjata api, amunisi, bendera bintang kejora, uang tunai, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Kontak Tembak Picu Pelarian OPM ke Hutan

Kepala Penerangan Koops TNI Papua Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menjelaskan kronologi operasi berlangsung saat patroli rutin menemukan kejanggalan di lokasi yang kemudian diketahui sebagai markas OPM. “Saat dilakukan penyisiran, terjadi kontak tembak yang menyebabkan kelompok TPNPB-OPM melarikan diri ke arah hutan. Pasukan TNI berhasil mengendalikan situasi di lapangan tanpa menimbulkan eskalasi lebih lanjut,” jelas Letkol Wirya dalam keterangannya pada Selasa, 24 Maret 2026.

Wirya memastikan seluruh prajurit dalam kondisi aman setelah operasi berlangsung. “Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah,” kata Letkol Wirya dalam keterangannya pada Selasa, 24 Maret 2026.

Satu Pistol, Senapan Angin, dan 22 Butir Amunisi Diamankan

Dalam pengamanan lokasi, aparat menyita satu pucuk pistol jenis P1, satu senapan angin, 14 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan 8 butir amunisi kaliber 9 milimeter. Selain senjata dan amunisi, TNI turut mengamankan bendera bintang kejora, uang tunai, serta perlengkapan lainnya yang diduga milik kelompok bersenjata tersebut.

“Barang bukti ini selanjutnya diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Letkol Wirya dalam keterangannya pada Selasa, 24 Maret 2026. Seluruh barang sitaan diserahkan kepada penyidik untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

TNI Perkuat Patroli di Wilayah Rawan Papua Tengah

Wirya menegaskan komitmen TNI untuk meningkatkan intensitas patroli dan memperkuat langkah-langkah preventif di wilayah rawan gangguan keamanan. “Upaya ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif dan menjamin keamanan masyarakat, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Papua Tengah,” pungkas Letkol Wirya dalam keterangannya pada Selasa, 24 Maret 2026.

Nabire menjadi salah satu wilayah di Papua Tengah yang kerap menjadi lokasi aktivitas kelompok bersenjata OPM. Sepanjang Maret 2026, Koops TNI Papua telah melancarkan beberapa operasi keamanan di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan ketertiban yang berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *