Mahasiswa Unsoed Disekap 2 Hari di Kos Pelaku, Dipukul dan Disundut Rokok Berulang Kali hingga Gagal Ikut UTS
GEOSIAR.CO.ID 22 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
PURWOKERTO, GEOSIAR.CO.ID –Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berinisial D diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sesama mahasiswa selama dua hari.
Akibat peristiwa pada Selasa (14/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026) tersebut, korban tidak dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Kasus telah dilaporkan ke Polresta Banyumas pada Senin (20/4/2026).
Pelaporan dilakukan oleh pihak keluarga dengan pendampingan Yayasan Tribhata Banyumas. Yayasan tersebut juga telah menerima kuasa dari korban untuk mengawal proses hukum.
Direktur Advokasi Yayasan Tribhata Banyumas Salsabila Hasna Huaida menjelaskan dugaan tindak pidana yang dialami korban meliputi penganiayaan, pengeroyokan, perampasan barang, hingga penyekapan.
“Kami menerima kuasa dari korban atau pelapor berinisial D, yang merupakan saksi korban dalam peristiwa yang mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan, pengeroyokan, perampasan barang, hingga penyekapan,” ujar Salsabila di Purwokerto, Senin (20/4/2026).
Peristiwa bermula saat korban berada di sekretariat organisasi kemahasiswaan pada Selasa (14/4/2026). Korban didatangi sejumlah orang berinisial J, B, L, dan S bersama beberapa rekannya.
Korban kemudian dibawa secara paksa ke area sekitar kantin Gelanggang Olahraga (GOR) kampus. Di lokasi tersebut, korban mengalami tekanan dan diminta mengakui persoalan pribadi dengan seorang perempuan berinisial A.
Korban juga mengalami kekerasan fisik di lokasi tersebut.
“Ia dipukul di berbagai bagian tubuh dan bahkan disundut rokok menyala berulang kali,” ujar Salsabila.
Pada malam hari, korban dipindahkan ke sebuah rumah kos milik salah satu terduga pelaku. Di tempat tersebut, korban tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan keluarga karena telepon genggamnya dirampas pelaku.
Penyekapan berlanjut pada Rabu (15/4/2026). Korban sempat dibawa pulang untuk mengambil barang, namun tetap berada dalam pengawasan sebelum kembali ke lokasi kos.
Korban mengalami luka bakar serius akibat tindakan pelaku. Korban akhirnya kembali ke rumah pada Kamis (16/4/2026), sedangkan telepon genggamnya baru dapat diambil keluarga pada Sabtu (18/4/2026).
Juru Bicara Unsoed Dian Bestari mengonfirmasi adanya dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu mahasiswanya. Keluarga korban sudah bertemu dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) kampus dan diarahkan untuk melapor ke kepolisian.
Hingga saat ini pihak kampus belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut. Dian menambahkan, kasus penyekapan dan penganiayaan tersebut diduga berkaitan dengan kasus kekerasan seksual yang disebut melibatkan korban.
“Unsoed berkomitmen untuk tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam kampus. Karenanya semua korban atau saksi diharapkan segera melapor kepada Satgas PPK dan pihak kepolisian,” ujar Dian di Purwokerto, Selasa (21/4/2026).
www.geosiar.co.id

