Kernet Bus ALS Lompat Lewat Kaca Depan, Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara
GEOSIAR.CO.ID 8 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
MUSI RAWAS UTARA , GEOSIAR.CO.ID -Kernet Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) Muhamad Fadli (29), warga Sibolga, Sumatera Utara, menjadi satu dari empat korban selamat dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki bahan bakar minyak di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu, 6 Mei 2026.
Tabrakan tersebut menewaskan 16 orang, termasuk pengemudi bus dan truk. Fadli berhasil keluar dengan melompat melalui kaca depan bus yang pecah saat api mulai membesar.
Fadli mengalami luka ringan di kedua betis dan lengan kiri. Ia menceritakan detik-detik kecelakaan saat dirawat di RSUD Rupit, Musi Rawas Utara, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Fadli, bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Provinsi Jambi sempat menghindari lubang di jalan. Setelah kembali ke jalur, bus kembali menghindari lubang sebelum bertabrakan dengan truk tangki yang melaju kencang dari arah berlawanan.
“Tabrakan itu di bagian tengah, jadi saya tidak terjepit. Kemudian saya lompat dari bagian kaca depan, karena pintu tidak bisa dibuka lagi,” kata Fadli kepada wartawan Sripoku.com di RSUD Rupit, Kamis, 7 Mei 2026.
Sebagai kernet, Fadli duduk di barisan depan, posisi yang biasanya paling rentan saat tabrakan. Benturan keras membuat kaca depan pecah, dan api langsung muncul dari bagian depan kendaraan disertai asap hitam yang memenuhi kabin.
“Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke bagian belakang,” ujar Fadli, dalam wawancara yang sama.
Sebagian besar penumpang dalam kondisi tidur saat insiden terjadi. Fadli juga melihat sopir bus pingsan dan akhirnya terbakar, sementara seorang penumpang perempuan keluar dengan pakaian yang sudah terbakar.
Tiga korban selamat lainnya saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit dengan luka bakar serius. Sebagaimana dilaporkan Merdeka, mereka adalah pasangan suami istri Ngadiono (47) dan Jumiatun (42) asal Pati, Jawa Tengah, serta M Tahrul Hubaidi (31) yang juga warga Pati.
Fadli mengungkapkan bahwa bus yang ditumpanginya direncanakan habis masa pakai pada Oktober 2026 dan akan dilakukan peremajaan oleh perusahaan. Ia juga berencana berhenti dari pekerjaan sebagai kernet dan pulang ke Tangerang untuk menemui calon istrinya.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya menyatakan, kecelakaan diduga akibat pengemudi bus menghindari lubang sementara truk tangki melaju kencang dari arah berlawanan.
Polda Sumsel akan memanggil manajemen PO ALS untuk mendalami kondisi kendaraan dan banyaknya barang muatan yang ditemukan di dalam bus.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Muratara Ajun Komisaris Polisi M Karim menyebut bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL membawa sekitar 17 penumpang dan bertabrakan dengan mobil tangki bernomor polisi BG-8196-QB. Proses identifikasi seluruh korban tewas terus dilakukan.
www.geosiar.co.id

