Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono Dorong Anak Muda Pacitan Manfaatkan Digitalisasi untuk Ekonomi Kreatif
GEOSIAR.CO.ID 11 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
PACITAN , GEOSIAR.CO.ID –Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat mengajak anak muda Pacitan menjadi motor penggerak promosi digital wisata dan ekonomi kreatif daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Edhie Baskoro saat menghadiri Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif bertema “Anak Muda Go Digital: Meningkatkan Kualitas, Memperluas Pasar, Membangun Indonesia” di Pacitan, Jawa Timur, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Edhie Baskoro yang akrab disapa Ibas menyatakan sektor ekonomi kreatif merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang menyimpan peluang besar bagi daerah.
“Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru,” kata Edhie Baskoro Yudhoyono dalam Workshop SDM Ekraf di Pacitan, Jumat (8/5/2026).
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu menilai penguatan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor antara UMKM, pariwisata, seni budaya, dan perdagangan berbasis digital.
Ibas menyebut Pacitan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif nasional jika seluruh potensinya dikelola secara terintegrasi.
“Yang diperlukan adalah penguatan ekosistem dan infrastruktur kreatif. Ke depan, Pacitan bisa menjadi pusat ekonomi kreatif dan simpul nasional jika semua potensi daerahnya dikembangkan bersama,” ujarnya.
Ia menyoroti kekayaan budaya lokal Pacitan seperti rontek, kethek ogleng, dan Tari Klayar yang dinilai memiliki nilai jual tinggi apabila dikemas lebih modern dan disertai narasi kuat. Sektor pariwisata, ditambah kehadiran Museum dan Galeri Seni SBY-ANI, dinilai mampu menjadi motor penggerak industri kuliner dan penginapan di sekitarnya.
Ibas mendorong penguatan branding daerah melalui identitas “Pacitan The 70 Miles of Sea Paradise” untuk mempromosikan potensi bahari di pesisir selatan Jawa.
“Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama promosi digital wisata dan ekonomi kreatif daerah,” tegas Ibas.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi kreatif perlu diiringi hilirisasi produk unggulan daerah agar UMKM dapat naik kelas. Untuk masalah modal, ia menyarankan pelaku usaha memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kreatif.
“Kalau masalahnya ada di modal, manfaatkan KUR Kreatif agar usaha bisa berkembang, digitalisasi meningkat, dan promosi produk semakin optimal,” kata Ibas.
Pendiri (founder) Kasisolusi, Deryansha, yang hadir sebagai pemateri menyebut teknologi digital telah menghapus batasan geografis bagi pengusaha daerah untuk menembus pasar nasional bahkan global.
“Sekarang bukan soal berasal dari kota besar atau daerah. Dari Pacitan pun produk bisa dikenal nasional bahkan global kalau digitalisasi dimanfaatkan dengan baik. Banyak UMKM yang berubah nasibnya karena ekonomi kreatif dan teknologi digital,” ujar Deryansha pada acara yang sama, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Riyan Firmansyah, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif R. Adi Mukhtar, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho, dan Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi.
www.geosiar.co.id

