Wakil Ketua MPR Tunggu Surat Resmi SMAN 1 Pontianak Soal Penolakan Final Ulang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

GEOSIAR.CO.ID 16 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDWakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Eddy Soeparno menyatakan menghormati keputusan SMAN 1 Pontianak yang menolak pelaksanaan final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

MPR menunggu surat resmi dari pihak sekolah sebelum mengambil keputusan lanjutan. Penolakan tersebut disampaikan setelah kontroversi terkait kesalahan juri yang sempat menjadi perbincangan publik.

Eddy menjelaskan, pihak MPR RI menunggu surat resmi dari SMAN 1 Pontianak untuk dibahas dalam rapat internal guna menentukan langkah berikutnya terkait permintaan tersebut.

“Kan secara terbuka ke publik sudah disampaikan sesuai dengan statement publik yang disampaikan oleh SMAN 1. Nah tentu kami selaku penyelenggara dari LCC menunggu dari SMAN 1 untuk bisa mengirimkan juga kepada MPR secara resmi,” kata Eddy Soeparno kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Surat resmi tersebut diperlukan agar MPR RI dapat segera mengambil keputusan baru terkait polemik pelaksanaan ulang lomba.

“Sehingga nanti di MPR kita bisa rapatkan keputusan dan membuat keputusan baru agar apa yang diminta oleh teman-teman SMAN 1 itu bisa tentu kita penuhi berdasarkan surat permintaan yang mereka kirimkan,” kata Eddy dalam kesempatan yang sama, Jumat (15/5/2026).

Eddy juga mengapresiasi sikap SMAN 1 Pontianak yang menyatakan tetap mendukung SMA Sambas untuk melaju ke babak final LCC.

“Kami menghormati dan mengapresiasi apa yang sudah diputuskan oleh SMAN 1, apalagi mengatakan bahwa SMAN 1 akan mendukung SMA Sambas untuk maju nanti di final. Saya kira ini sebuah sikap legowo dan kesatria yang ditunjukkan oleh pimpinan SMAN 1,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Komitmen SMAN 1 Pontianak untuk tetap mengikuti ajang LCC pada tahun-tahun mendatang turut disambut baik oleh pihak MPR.

“Apalagi mereka juga mengatakan bahwa tahun-tahun depan akan tetap ikut menjadi peserta di LCC. Jadi artinya semangatnya tidak surut dan ini kami sangat hargai,” kata Eddy di kesempatan yang sama.

Polemik LCC Empat Pilar MPR ini sebelumnya bermula dari dugaan kesalahan juri yang merugikan tim SMAN 1 Pontianak.

Tiga sosok yang menjadi sorotan publik adalah MC bernama Sindy, serta dua juri dari kepegawaian MPR, Indri Wahyuni dan Dyastasita. Berdasarkan laporan Tribunnews, dua juri tersebut bahkan disebut digugat ke pengadilan karena hingga kini belum menyampaikan permintaan maaf.

Sosok siswi SMAN 1 Pontianak yang sempat menjadi perhatian adalah Josepha Alexandra. Berdasarkan laporan Tribunnews, ayah Josepha diketahui memiliki jabatan di lingkungan pemerintahan, sebuah fakta yang sempat memicu perbincangan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *