Harga Pangan Naik Serentak di Pasar Tradisional, Cabai Rawit Merah Tembus Rp 77.750 per Kilogram
GEOSIAR.CO.ID 16 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Sebanyak 14 komoditas pangan di pasar tradisional di seluruh Indonesia mengalami kenaikan harga secara harian pada Jumat (15/5/2026).
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per pukul 10.00 WIB menunjukkan cabai dan bawang menjadi komoditas dengan lonjakan harga paling signifikan. Hanya tujuh komoditas pangan yang justru tercatat mengalami penurunan harga pada hari yang sama.
Cabai rawit merah memimpin kenaikan harian dengan lonjakan 18,97% menjadi Rp 77.750 per kilogram. Cabai merah besar naik 17,18% menjadi Rp 61.400 per kilogram, sementara cabai merah keriting naik 13,22% menjadi Rp 56.950 per kilogram.
Beras turut menjadi komoditas yang harganya bergerak naik. Beras kualitas bawah satu naik 4,47% menjadi Rp 15.200 per kilogram. Beras kualitas bawah dua naik 7,22% menjadi Rp 15.600 per kilogram. Beras kualitas super dua naik 0,59% menjadi Rp 17.000 per kilogram.
Bawang merah ukuran sedang melonjak 12,18% menjadi Rp 52.500 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang naik 9,71% menjadi Rp 42.950 per kilogram.
Daging ayam ras segar tercatat naik 11,51% menjadi Rp 43.600 per kilogram. Telur ayam ras segar naik 4,17% menjadi Rp 32.450 per kilogram.
Komoditas pemanis turut mengalami kenaikan harga. Gula pasir lokal naik 1,56% menjadi Rp 19.500 per kilogram. Gula kualitas premium naik 5,2% menjadi Rp 21.250 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek satu naik 4,62% menjadi Rp 24.900 per kilogram, diikuti minyak goreng kemasan bermerek dua yang naik 3,48% menjadi Rp 23.800 per kilogram.
Di sisi lain, tujuh komoditas pangan justru turun harga. Beras kualitas medium satu turun 0,62% menjadi Rp 16.000 per kilogram. Beras kualitas medium dua turun 0,94% menjadi Rp 15.800 per kilogram. Beras kualitas super satu turun 0,58% menjadi Rp 17.250 per kilogram.
Cabai rawit hijau turun 4,05% menjadi Rp 47.400 per kilogram. Daging sapi kualitas satu turun 3,21% menjadi Rp 143.050 per kilogram. Daging sapi kualitas dua turun 5,21% menjadi Rp 132.000 per kilogram. Minyak goreng curah turun 3,15% menjadi Rp 20.000 per kilogram.
Kenaikan mayoritas harga pangan ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh kisaran Rp 17.500 hingga Rp 17.600 pada pekan ini.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet sebelumnya menyatakan Indonesia masih banyak mengimpor komoditas pangan seperti gandum, kedelai, bawang putih, dan susu. Ketika rupiah melemah, biaya masuk barang-barang tersebut ikut naik.
“Dampaknya pelan-pelan terasa di harga makanan, obat, sampai kebutuhan rumah tangga,” kata Yusuf Rendy Manilet sebagaimana dilaporkan detikcom, Jumat (15/5/2026).
Pemerintah melalui PIHPS Nasional terus memantau perkembangan harga pangan strategis di seluruh provinsi sebagai dasar pengambilan kebijakan stabilisasi pasokan dan harga.
www.geosiar.co.id

