Menko Infrastruktur AHY Ungkap Rencana Pengembangan Kereta Api Trans Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
GEOSIAR.CO.ID 16 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan rencana pemerintah memperluas akses jangkauan transportasi kereta api di sejumlah daerah.
Perluasan tersebut dibahas dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026). Fokus pengembangan jaringan diarahkan ke Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi.
AHY, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, menyebut perluasan jangkauan kereta api merupakan arahan langsung Kepala Negara untuk pemerataan pembangunan.
“Tadi membahas terkait dengan apa yang menjadi direktif, sekaligus visi besar dari Bapak Presiden. Pengembangan jaringan kereta api secara nasional, terutama untuk Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan juga sebagian di Sulawesi,” kata Agus Harimurti Yudhoyono dalam konferensi pers di Pilar, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Perluasan jalur kereta api dinilai bukan hanya berfungsi sebagai sarana angkutan penumpang, tetapi juga memudahkan distribusi logistik ke daerah-daerah.
“Ini sebagai bentuk dari upaya memeratakan pembangunan di seluruh wilayah. Karena kereta, bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga untuk angkut logistik atau komoditas di sejumlah daerah,” ujar AHY di lokasi yang sama.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan, sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Selain pembahasan jaringan kereta antarpulau, ratas turut membahas langkah penanganan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Pemerintah merencanakan pembangunan fasilitas keselamatan di sekitar 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian Sumatera.
“Ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatera, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass,” kata AHY dalam konferensi pers yang sama, Selasa (12/5/2026).
Pemerintah berencana menutup titik-titik rawan kecelakaan serta memperbaiki sistem persinyalan dan modernisasi perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik.
“Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” ujar AHY di lokasi yang sama.
Sebelumnya, pada rapat koordinasi di Stasiun Tanah Abang pada 22 April 2026, AHY menyampaikan pengembangan jaringan kereta api Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi (SKS) menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di sektor infrastruktur dan konektivitas.
Pengembangan tersebut juga ditujukan untuk menekan biaya logistik nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi antarwilayah.
www.geosiar.co.id

