Menko Infrastruktur AHY Tegaskan Komitmen Tuntaskan Penanganan Sampah
GEOSIAR.CO.ID 16 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen pemerintah dalam menuntaskan penanganan sampah di Indonesia.
Penegasan itu disampaikan usai rapat terbatas (ratas) bidang pembangunan infrastruktur dan kewilayahan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026).
Penanganan tersebut dilakukan melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), inisiasi Kepala Negara untuk merespons penumpukan sampah di sejumlah daerah.
AHY, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, menyatakan Presiden Prabowo kembali mengingatkan urgensi Gerakan Indonesia ASRI dalam rapat tersebut. Gerakan itu menyasar persoalan sampah sekaligus penataan kawasan kumuh.
“Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan terkait dengan semangat Gerakan Indonesia ASRI. Kita ingin kembali menuntaskan permasalahan sampah, dan juga menata kawasan yang kumuh menjadi semakin baik dan sehat,” kata Agus Harimurti Yudhoyono dalam konferensi pers usai ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Penanganan pengelolaan sampah dinilai akan memberikan efek domino positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. AHY menyebut sektor pariwisata sebagai salah satu sektor yang berpotensi terbantu langsung.
Dengan terwujudnya Indonesia ASRI, integrasi pariwisata diperkirakan akan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih cepat.
“Diharapkan ini semua juga bisa meningkatkan potensi pariwisata, sebagai low-hanging fruits (sasaran yang lebih mudah dijangkau), sesuatu yang lebih cepat bisa menghasilkan nilai ekonomi. Dengan Indonesia yang ASRI, dan juga konektivitas menuju ke destinasi pariwisata tersebut bisa lebih baik, dan terbuka untuk masyarakat, termasuk juga wisatawan mancanegara,” ujar AHY pada kesempatan yang sama, Selasa (12/5/2026).
Rapat terbatas tersebut juga membahas sejumlah agenda lain di bidang infrastruktur, antara lain pengembangan dan perlindungan Pantai Utara Jawa, serta perluasan jaringan kereta api nasional untuk jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi, sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan.
www.geosiar.co.id

