Teuku Riefky Harsya: Investasi Ekonomi Kreatif Tembus Rp61,33 Triliun pada Triwulan I 2026
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
3 Juni 2026, ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Kinerja sektor ekonomi kreatif pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif. Realisasi investasi ekonomi kreatif mencapai Rp61,33 triliun atau setara 47 persen dari target investasi tahun 2026.
Capaian tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam rapat kerja pembahasan laporan kinerja dan serapan anggaran semester I bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Nilai investasi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp43,3 triliun.
“Dengan demikian terjadi peningkatan investasi sebesar 42 persen secara year on year. Dilihat dari subsektornya, investasi terbesar masih terkonsentrasi subsektor aplikasi, kuliner, fesyen, kriya dan periklanan,” kata Teuku Riefky Harsya.
Selain investasi, Kementerian Ekonomi Kreatif juga mencatat nilai ekspor ekonomi kreatif pada triwulan I 2026 mencapai 7,38 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 27 persen dari target tahunan.
Kontribusi terbesar ekspor berasal dari subsektor fesyen, kriya, dan kuliner. Kementerian mencatat nilai ekspor ekonomi kreatif terus meningkat sejak Januari hingga Maret 2026.
“Secara bulanan, nilai ekspor sejak Januari, Februari, hingga Maret menunjukkan tren peningkatan. Dari sisi kontribusi terhadap perekonomian nasional, ekspor ekraf memberikan andil sebesar 11,8 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2026,” ujar Teuku Riefky.
Dalam rapat tersebut, Teuku Riefky juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan Kementerian Ekonomi Kreatif, antara lain kebijakan insentif pajak royalti penulis, penguatan akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, serta pengembangan program Ekraf Hub.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai pertumbuhan ekonomi kreatif dapat memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi lainnya.
“Saya yakin kalau ekonomi kreatif bangkit, berkembang, yang lain bisa ditarik. Kalau ini maju bisa ditarik otomatis. Yang terlihat kecil hari ini besok bisa menjadi hal yang besar, terutama di bidang teknologi,” kata Saleh.
Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti turut mengapresiasi peningkatan ekspor produk kreatif Indonesia. Ia mendorong penguatan nilai ekonomi kekayaan intelektual berbasis budaya agar memberikan manfaat berkelanjutan.
“Jika kita berhasil membangun IP tentu nilai ekonominya bisa berkelanjutan menjadi license, merchand, game dan turunan lainnya. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” ujar Nila.
Rapat kerja tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati, serta jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif.
www.geosiar.co.id
