Viral SPPG Mogok Mulai Hari Ini, Dana Operasional MBG Disebut Belum Cair
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Kabar sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Senin (8/6/2026) ramai beredar di media sosial. Penghentian layanan disebut dipicu belum cairnya dana operasional yang menjadi sumber pembiayaan kegiatan dapur MBG di berbagai daerah.
Laporan penghentian operasional tidak hanya muncul di satu wilayah. Sejumlah media daerah sebelumnya melaporkan dapur MBG di beberapa daerah mengalami kendala serupa akibat keterlambatan pencairan dana operasional.
Di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, misalnya, tercatat 21 dapur SPPG menghentikan layanan sementara karena saldo virtual account untuk operasional belum mencukupi.
Koordinator Wilayah SPPG Ponorogo, Sheila Amanda, mengatakan penghentian operasional tersebut bersifat sementara sambil menunggu proses pencairan dana dari pusat.
“Ada 21 dapur yang berhenti sementara karena VA-nya kurang. Tetapi dari pusat hari ini sudah ada informasi terkait pencairan dana, jadi saat ini masih menunggu prosesnya,” ujarnya.
Kasus serupa juga terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. SPPG Pangandaran Babakan 4 menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya setelah dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum terealisasi.
Manajemen menyebut kondisi tersebut membuat kebutuhan logistik dan pelaksanaan teknis program tidak dapat berjalan sesuai standar operasional.
Sebelumnya, persoalan keterlambatan pencairan dana MBG juga sempat mencuat di sejumlah daerah lain. Pada Februari lalu, beberapa SPPG di Kabupaten Pekalongan dilaporkan menghentikan kegiatan memasak dan distribusi makanan karena perubahan sistem pencairan dana dari BGN.
Di tengah munculnya laporan tersebut, Badan Gizi Nasional sebelumnya menegaskan bahwa penghentian operasional SPPG tidak selalu berkaitan dengan persoalan anggaran.
BGN mencatat ribuan SPPG pernah dikenai penghentian sementara (suspend) karena berbagai pelanggaran teknis, mulai dari masalah sanitasi, belum memiliki instalasi pengolahan limbah, hingga tidak memenuhi ketentuan operasional yang ditetapkan.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengungkapkan hingga akhir Mei 2026 terdapat 8.182 SPPG yang pernah ditangguhkan operasionalnya, sementara 5.659 di antaranya telah kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan. Saat ini masih terdapat 2.213 SPPG yang berstatus suspend.
Meski demikian, hingga Senin (8/6/2026), belum ada keterangan resmi dari BGN yang secara khusus menjelaskan kabar viral mengenai penghentian operasional sejumlah SPPG karena dana operasional belum cair.
Program MBG sendiri saat ini menjadi perhatian publik setelah pergantian pimpinan di BGN dan proses hukum yang tengah berjalan terhadap sejumlah mantan pejabat lembaga tersebut.
Situasi tersebut membuat masyarakat menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan layanan MBG yang menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
