AHY Siapkan Marina di Bali untuk Gaet Wisatawan Kelas Atas
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
DENPASAR, GEOSIAR.CO.ID –Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menargetkan pengembangan marina di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), Pelabuhan Benoa, mampu menarik lebih banyak wisatawan premium ke Pulau Dewata sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Menurut AHY, wisatawan dengan daya beli tinggi memiliki kontribusi ekonomi yang jauh lebih besar karena tidak hanya berlibur, tetapi juga membelanjakan uangnya untuk berbagai kebutuhan selama berada di Bali.
“Wisatawan mancanegara, terutama mereka yang memiliki pengeluaran tinggi, juga ingin datang ke Bali, menikmati alam, budaya, sekaligus berbelanja,” kata AHY saat meninjau pengembangan BMTH di Denpasar, Selasa.
Ia menjelaskan, tren wisata kapal pesiar (cruise) dan kapal layar mewah (yacht) terus meningkat sekitar 7,5 persen setiap tahun. Pemerintah ingin memanfaatkan peluang tersebut dengan menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi utama wisata bahari premium di kawasan Asia Tenggara.
AHY menilai, apabila sebagian wisatawan premium dunia berhasil diarahkan ke Bali, dampaknya tidak hanya dirasakan kawasan marina, tetapi juga pelaku usaha lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga industri kreatif.
“Mereka bisa tinggal berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Artinya, mereka akan terus melakukan konsumsi yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Bali,” ujarnya.
Marina yang dibangun di Pelabuhan Benoa ditargetkan selesai pada akhir 2028. Fasilitas tersebut dirancang mampu menampung 188 kapal layar mewah, termasuk kategori super yacht dan mega yacht, serta menyediakan dermaga bagi lima kapal pesiar berukuran besar secara bersamaan.
Selain area sandar kapal berstandar internasional, kawasan BMTH juga akan dilengkapi jaringan air bersih, listrik, dok modern, pusat hiburan, pusat perbelanjaan, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas penunjang wisata lainnya.
Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat pariwisata maritim terpadu yang menggabungkan sektor transportasi laut, wisata, kuliner, dan hiburan dalam satu kawasan.
AHY menegaskan, pemerintah akan terus mendorong penyempurnaan regulasi dan membuka ruang investasi agar pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai target.
Di sisi lain, proses pembangunan marina juga dibarengi dengan penataan kawasan pelabuhan. Kapal-kapal perikanan yang selama ini bersandar di Pelabuhan Benoa akan direlokasi secara bertahap ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana.
Relokasi ditargetkan berlangsung mulai 2027 sehingga seluruh kawasan marina dapat beroperasi penuh pada akhir 2028.
Meski demikian, AHY menekankan pengembangan BMTH harus tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Bali agar pertumbuhan sektor pariwisata tidak mengorbankan ekosistem maupun kehidupan masyarakat setempat.
