Gempa Guncang Simalungun, Getaran Terasa hingga Aceh
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
SIMALUNGUN, GEOSIAR.CO.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026) sore. Getaran gempa tersebut dirasakan hingga sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan sempat membuat warga panik.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 17.57 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 163 kilometer dengan lokasi sekitar 10 kilometer tenggara Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Salah seorang warga Desa Suak Ribee, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Sovi, mengaku merasakan dampak getaran gempa tersebut. Ia mengatakan dirinya bersama anak-anak sempat keluar rumah karena khawatir terhadap guncangan yang terjadi.
“Sempat panik juga saat gempa tadi, saya dan anak-anak keluar dari rumah karena takut ayunan gempa,” kata Sovi, dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).
Gempa Simalungun terjadi pada hari yang sama dengan gempa besar berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi.
Gempa NTT yang berpusat di wilayah utara Pulau Flores tersebut menyebabkan dampak besar dengan puluhan korban meninggal dunia dan ribuan warga harus mengungsi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu sore sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Selain korban jiwa, gempa NTT juga menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk rumah warga, fasilitas kesehatan, bandara, dan pelabuhan. BMKG sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa M 7,7 terjadi, namun peringatan tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Sementara itu, untuk gempa M 6,4 di Simalungun, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Masyarakat di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas gempa susulan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi terkait gempa bumi dan tsunami. Informasi resmi terkait aktivitas kegempaan hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
