Demo BEM UI Memanas, 24 Bus Kopaja Batal Angkut Massa
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bertajuk “Merebut Kemerdekaan” digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Aksi yang membawa sejumlah tuntutan terkait kondisi bangsa tersebut sempat diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Massa mahasiswa yang awalnya bergerak menuju lokasi aksi menggunakan angkutan umum mengalami hambatan setelah kendaraan yang mereka gunakan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Mahasiswa yang sebelumnya menaiki angkot kemudian turun dan memilih berjalan kaki secara long march menuju Bundaran HI. Sepanjang perjalanan, aparat kepolisian melakukan pengamanan dan mengatur pergerakan massa agar aksi berjalan tertib.
Koordinator Lapangan aksi BEM UI, Hafidz Haernanda, mengungkapkan adanya kendala terkait transportasi peserta aksi. Ia menyebut sebanyak 24 sopir Kopaja yang sebelumnya telah dipesan untuk membawa massa mahasiswa tiba-tiba membatalkan pesanan.
Menurut Hafidz, pembatalan tersebut diduga terjadi karena para sopir mendapat tekanan dari pihak tertentu. Ia mengatakan pihaknya tidak menyalahkan para pengemudi karena mereka juga berada dalam posisi yang sulit.
“Bayangkan, kita pesan total 24 Kopaja, semuanya tidak bisa karena mereka diintimidasi. Kami tidak menyalahkan driver-driver tersebut, karena mereka hidup dalam sistem yang memaksa mereka bekerja seperti ini,” ujar Hafidz.
Setelah berjalan kaki menuju kawasan MH Thamrin, massa mahasiswa kembali menghadapi perdebatan terkait penggunaan mobil komando. Polisi meminta agar penggunaan kendaraan komando dibatasi di lokasi tertentu, sementara mahasiswa tetap mempertahankan hak mereka untuk menggunakan fasilitas tersebut dalam menyampaikan aspirasi.
Perdebatan sempat berlangsung antara mahasiswa dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung. Polisi menyampaikan bahwa pengeras suara tetap diperbolehkan digunakan, namun terdapat aturan terkait kendaraan yang digunakan sebagai mobil komando.
Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah kedua pihak melakukan komunikasi. Mobil komando kemudian kembali digunakan dan massa melanjutkan aksi di sekitar Bundaran HI.
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan berbagai persoalan nasional. Mahasiswa menyoroti isu demokrasi, kondisi ekonomi masyarakat, pemberantasan korupsi, serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat evaluasi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga kegiatan berakhir, tidak dilaporkan adanya kericuhan besar, dan massa mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi mereka secara damai.
