Ketua KWI Dorong ISKA Terus Berkarya: Jangan Pernah Pensiun Jadi Cendekiawan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunyamin, OSC, meminta para anggota Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) untuk terus menjaga peran sebagai cendekiawan dan tidak berhenti memberikan kontribusi bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Mgr. Antonius saat menerima audiensi Presidium Pusat ISKA, panitia Steering Committee (SC) Musyawarah Nasional (Munas) ISKA, serta Dewan Penasihat PP ISKA di Ruang Ignatius, Gedung KWI, Jalan Cut Mutiah 10, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium PP ISKA Ir. Luky A. Yusgiantoro, MSc, MSpec, PhD, IPU, menyampaikan maksud kedatangan rombongan untuk memperkuat komunikasi antara ISKA dengan KWI serta meminta doa restu atas pelaksanaan Munas ISKA yang akan berlangsung pada 11–13 September 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
“ISKA juga ingin mendapatkan masukan, saran dan kritik dari KWI yang dapat menjadi bahan pembicaraan dalam Munas,” ujar Luky.
Sekretaris Jenderal PP ISKA sekaligus Ketua SC Munas, Dr. Ch Arie Sulistiono, MM, menjelaskan Munas ISKA akan membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyusunan program kerja empat tahun mendatang, rekomendasi pemikiran kemasyarakatan bagi Gereja dan negara, hingga evaluasi kepengurusan periode 2022–2026.
Selain itu, Munas juga akan memilih Ketua Presidium ISKA periode 2026–2030 dan membentuk kepengurusan baru.
Kegiatan tersebut akan diikuti perwakilan dari PP ISKA, 28 DPD, 152 DPC, serta peninjau dari berbagai daerah dengan jumlah delegasi diperkirakan lebih dari 250 orang.
Dalam audiensi tersebut, ISKA juga menyampaikan sejumlah tantangan organisasi, seperti belum meratanya pembentukan kepengurusan daerah serta kebutuhan memperkuat kaderisasi agar tidak hanya didominasi anggota senior.
ISKA menilai diperlukan langkah rebranding agar organisasi lebih menarik bagi kalangan sarjana dan cendekiawan muda. Selain itu, penguatan jejaring dengan organisasi cendekiawan lintas agama juga dinilai penting untuk memperluas kontribusi dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Menanggapi hal tersebut, Mgr. Antonius menyampaikan apresiasi terhadap kiprah ISKA selama ini yang dinilai telah menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan Gereja Katolik di Indonesia.
Ia mendorong ISKA untuk memperluas kehadiran di berbagai daerah serta memperkuat peran cendekiawan Katolik dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, ISKA harus berani menyuarakan kebenaran dan menolak berbagai hal yang bertentangan dengan nilai iman Kristiani serta ajaran Gereja.
Organisasi tersebut juga diharapkan terus hadir bagi kelompok kecil, lemah, dan tersingkir melalui gagasan serta pemikiran yang membangun.
“Jangan pernah berpikir untuk pensiun sebagai cendekiawan,” pesan Mgr. Antonius.
Ia menegaskan pergantian kepengurusan bukan berarti berakhirnya pengabdian.
Para anggota ISKA tetap dipanggil untuk mengembangkan diri menjadi cendekiawan yang bijaksana, berani memperjuangkan kebenaran dan cinta kasih, serta menghadirkan karya nyata bagi sesama, Gereja, dan Tanah Air
