Bobby Nasution Siapkan Sekolah Online Jika Aktivitas Gunung Sinabung Terus Meningkat
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID -Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta sekolah di Kabupaten Karo bersiap mengantisipasi dampak erupsi Gunung Sinabung.
Bobby mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dalam satu hari ke depan sebelum menentukan sistem pembelajaran bagi siswa, khususnya tingkat SMA di Kabupaten Karo.
Jika aktivitas gunung api tersebut terus meningkat dan abu vulkanik semakin berdampak ke wilayah permukiman, kegiatan belajar mengajar dapat dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Kita lihat satu hari ke depan ya, jika Gunung Sinabung alami aktivitas peningkatan maka digelar kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” kata Bobby, Senin (31/8/2026).
Menurut Bobby, kebijakan tersebut bukan berarti sekolah diliburkan. Proses belajar mengajar tetap berlangsung, tetapi dilakukan dari jarak jauh apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka.
“Jadi tidak diliburkan ya. Aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan sistem PJJ,” ujarnya.
Bobby menjelaskan, salah satu pertimbangan penerapan PJJ adalah kondisi abu vulkanik yang semakin tebal dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemprov Sumut bersama Pemkab Karo masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik serta kondisi Gunung Sinabung untuk menentukan langkah selanjutnya.
Sinabung Erupsi, Status Naik Siaga
Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB.
Erupsi tersebut mengeluarkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung. Sebaran abu mengarah ke wilayah Berastagi dan sekitarnya.
Setelah erupsi, status Gunung Sinabung berada pada Level III atau Siaga, naik dari sebelumnya Level II atau Waspada.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap masyarakat yang berada di kawasan yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Bobby juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan kesehatan dan keselamatan, termasuk saat berkendara karena abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang.
Pemprov Sumut telah menyiapkan 15 ribu masker untuk masyarakat yang terdampak abu vulkanik. Selain itu, mobil pemadam kebakaran disiagakan untuk membantu membersihkan abu di sejumlah titik yang mengalami penumpukan.
Warga Radius 4,5-5 Kilometer Diimbau Menjauh
Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan, pemerintah daerah telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan yang berada dalam radius 4,5 hingga 5 kilometer dari Gunung Sinabung.
“Sudah kita imbau dari beberapa hari lalu untuk menghindari daerah sekitar dari radius 4,5 KM,” kata Antonius.
Antonius memastikan hingga Senin (31/8/2026) belum ada masyarakat yang mengungsi.
“Belum ada yang mengungsi ya,” ujarnya.
Sementara itu, BPBD Sumut mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Sinabung, serta radius 4,5 kilometer untuk sektor selatan-tenggara. Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Sinabung juga diminta mewaspadai potensi lahar.
Pemprov Sumut dan Pemkab Karo terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pos Pengamatan Gunung Sinabung untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Untuk sektor pendidikan, pemerintah masih menunggu perkembangan kondisi dalam satu hari ke depan. Jika sebaran abu semakin parah, sekolah di Karo dapat menerapkan PJJ sehingga kegiatan belajar tetap berjalan tanpa harus meliburkan siswa.
