Menteri Pertanian Bongkar Dugaan Monopoli di Balik Kenaikan Harga Pakan Ayam
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik monopoli yang diduga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga pakan ayam dan memicu protes peternak di sejumlah daerah.
Pemerintah telah melaporkan temuan tersebut kepada Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk ditindaklanjuti.
Amran mengatakan persoalan kenaikan harga pakan terungkap setelah pemerintah merespons aksi peternak dari berbagai daerah. Ia bahkan langsung melakukan pertemuan dengan peternak untuk mencari penyebab melonjaknya biaya produksi.
“Memang ada yang agak masalah kemarin, bahkan masalah pakan kenapa tiba-tiba naik? Dan demo peternak se-Indonesia, langsung kami terbang dari NTT ke Jawa Timur (melakukan) pertemuan, ternyata memang ada oknum menaikkan monopoli,” kata Amran dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Salah satu persoalan yang ditemukan pemerintah adalah kenaikan biaya penurunan bahan pakan dari kapal. Menurut Amran, biaya tersebut sebelumnya meningkat hingga US$7 per ton atau sekitar Rp124 ribu dengan asumsi kurs Rp17.738 per dolar AS.
Ia menilai kenaikan biaya tersebut tidak semestinya terjadi apabila tata niaga berjalan secara wajar.
“Tapi dulu ini ada orang yang monopoli, bahkan biaya menurunkan dari kapal itu naik US$7 per ton. Itu tidak boleh terjadi. Setelah dicek itu monopoli, tapi kami sudah menyurat langsung ke Satgas Pangan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Di tengah persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas harga pakan melalui keterlibatan ID Food.
Amran mengatakan BUMN tersebut akan berperan sebagai stabilisator melalui kegiatan impor. Pemerintah akan menetapkan harga sebagai bagian dari pengawasan terhadap tata niaga pakan.
“Jadi sekarang yang menjadi stabilisator adalah ID Food karena mengimpor, tapi kami patok harganya karena BUMN, manakala dia macam-macam ini bisa diganti,” katanya.
Persoalan harga pakan menjadi perhatian pemerintah karena komponen tersebut merupakan salah satu biaya terbesar dalam usaha peternakan ayam.
Dalam beberapa bulan terakhir, peternak menghadapi tekanan akibat meningkatnya harga bahan pakan. Kondisi tersebut turut memengaruhi biaya produksi dan menjadi salah satu alasan munculnya protes peternak di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengambil sejumlah langkah untuk membantu peternak, termasuk memperluas akses koperasi terhadap bahan baku pakan dan memperketat pengawasan terhadap dugaan permainan harga.
Kementerian Pertanian sebelumnya juga menegaskan tidak akan memberikan ruang kepada pihak yang terbukti mengambil keuntungan dari kesulitan peternak.
Selain menjaga harga pakan, pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga harga ayam dan telur agar tetap menguntungkan peternak ketika pasokan meningkat.
Salah satu langkah yang didorong adalah penyerapan hasil produksi peternak melalui program pemerintah.
Pemerintah berharap langkah pengawasan terhadap dugaan monopoli serta penguatan peran BUMN dalam menjaga harga dapat menekan biaya produksi dan memberikan kepastian bagi peternak ayam.
Kasus dugaan monopoli tersebut kini menjadi perhatian Satgas Pangan Polri setelah pemerintah secara resmi melaporkan temuan mengenai kenaikan biaya yang dinilai tidak wajar dalam rantai pasok pakan ayam.
