Ada 4 Juta Anak Indonesia Tidak Sekolah, Jawa Barat Paling Banyak

GEOSIAR.CO.ID 27 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

TANGERANG SELATAN , GEOSIAR.CO.IDKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat ada 4 juta anak tidak sekolah di Indonesia. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah anak tidak sekolah terbanyak yaitu 106.196 anak.

Data tersebut disampaikan Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen Saryadi dalam acara di BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/4/2026).

Kemendikdasmen menyebut anak tidak sekolah tersebar hampir di seluruh provinsi Indonesia. Posisi kedua setelah Jawa Barat ditempati Jawa Tengah dengan 59.000 anak.

Jawa Timur menempati urutan ketiga dengan 53.000 anak tidak sekolah. Tiga provinsi tersebut menjadi penyumbang terbesar angka anak tidak sekolah secara nasional.

“Terkait dengan sebaran anak tidak sekolah, ini hampir semua provinsi ada anak tidak sekolah, angka tertinggi itu di Jawa Barat, secara sebaran jumlahnya itu ada 106.196,” kata Saryadi di BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/4/2026).

Daerah dengan jumlah anak tidak sekolah paling rendah berada di kawasan timur Indonesia. Papua Pegunungan tercatat hanya memiliki 208 anak tidak sekolah.

Papua Barat Daya memiliki 264 anak tidak sekolah. Papua Selatan tercatat sebanyak 755 anak tidak sekolah.

“Sedangkan yang terendah itu ada di Papua Pegunungan, itu tercatat hanya 208, kemudian Papua Barat Daya 264, Papua Selatan 755,” ujar Saryadi pada kesempatan yang sama.

Pemerintah menyiapkan program pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk menjangkau anak tidak sekolah. Program tersebut akan digelar di 20 sekolah induk yang ditentukan berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah.

Setiap sekolah induk akan memiliki beberapa sekolah mitra yang membantu pelaksanaan PJJ. Skema sekolah induk dan sekolah mitra dipilih agar program lebih efektif menjangkau anak tidak sekolah.

“Maka di tahun 2026 sampai dengan 2027 ini adalah fase pengembangan skala penuh dimana kami mentargetkan untuk pengembangan 34 plus sekolah Indo itu kenapa saya sebut 34 plus,” kata Saryadi pada acara yang sama.

Saryadi menjelaskan angka 34 plus mencakup sekolah Indonesia di dalam negeri ditambah satu sekolah Indonesia luar negeri. Sekolah Indonesia luar negeri yang dimaksud adalah Sekolah Indonesia Kota Kinabalu di Malaysia yang sudah dimulai pada tahun lalu.

“Karena 34 ini adalah sekolah Indo di dalam negeri plus 1 yang SILN dalam hal ini SIKK yang tahun lalu sudah dimulai,” lanjut Saryadi.

Pelaksanaan PJJ akan menggunakan sistem sinkronus dan asinkronus. Sebanyak 70 persen pembelajaran dilakukan melalui bahan ajar atau modul.

Sisanya berbentuk pembelajaran tutorial untuk membahas materi yang dianggap sulit. Sistem pembelajaran ini disiapkan secara fleksibel agar tidak mengganggu kegiatan harian siswa.

Sebagian siswa sasaran masih perlu membantu orang tuanya dalam keseharian. Fleksibilitas tersebut menjadi pertimbangan utama dalam desain program PJJ.

Siswa yang berminat dapat mendaftar langsung melalui laman yang disiapkan pemerintah. Pendaftaran juga dapat dilakukan dengan mendatangi sekolah induk yang ditunjuk.

Pihak sekolah turut akan melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah anak yang tidak bersekolah. Pendekatan ini dilakukan agar sasaran program benar-benar terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *