Karhutla Kalimantan Diduga Sengaja Dibakar Lalu Ditanami Sawit, Prabowo: Ini Kelewatan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA,GEOSIAR.CO.ID -Presiden Prabowo Subianto meminta dugaan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) secara sengaja di Kalimantan diusut secara serius. Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukan sejumlah lahan yang baru terbakar namun diduga telah disiapkan untuk perkebunan sawit.
Temuan itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo membahas penanganan karhutla.
Menurut Suharyanto, aparat menemukan indikasi adanya pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja. Salah satu temuan berada di Kalimantan Barat, di mana lokasi yang baru terbakar disebut telah berubah menjadi area persiapan penanaman sawit.
“Di Kalimantan Barat terlihat Bapak Presiden digambar lokasi yang baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain. Lokasi itu sudah berubah menjadi rencana penanaman pohon sawit,” kata Suharyanto.
Selain di Kalimantan Barat, BNPB juga menemukan dugaan pembakaran hutan di wilayah lain. Di Jambi, misalnya, terdapat laporan mengenai pelaku yang diduga melakukan pembakaran setelah menerima imbalan uang.
“Dari temuan di lapangan, ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp500 ribu diberi upah begitu,” ujar Suharyanto.
Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta aparat penegak hukum mengusut siapa saja pihak yang berada di balik pembakaran hutan dan lahan tersebut. Presiden ingin memastikan apakah tindakan itu dilakukan oleh masyarakat secara individu atau melibatkan perusahaan.
“Saya tertarik juga, yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan,” ujar Prabowo.
Prabowo juga meminta agar nama-nama korporasi yang diduga terlibat segera disampaikan kepadanya. Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik pembakaran hutan yang merusak lingkungan.
“Apakah ini rakyat atau ini korporasi. Tapi yang tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Kapolri melaporkan sebanyak 200 laporan polisi terkait kasus karhutla sedang diproses. Dari jumlah itu, 138 tersangka telah diamankan, dengan rincian sebagian besar diduga melakukan pembakaran secara sengaja.
Selain individu, aparat juga memproses sejumlah korporasi. Sebanyak delapan perusahaan disebut sedang dalam proses pidana, sementara 18 perusahaan masih dalam tahap pendalaman. Pemerintah juga telah memberikan sanksi administratif kepada puluhan perusahaan terkait dugaan pelanggaran.
Prabowo menegaskan apabila perusahaan terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan, pemerintah tidak segan mencabut izin usaha termasuk hak guna usaha (HGU).
“Kalau perlu kita segera cabut semuanya, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya dan sebagainya,” kata Prabowo.
Sementara itu, BNPB menyebut Kalimantan Barat masih menjadi wilayah dengan titik api dan luas lahan terbakar terbesar. Riau berada di posisi berikutnya dalam jumlah luas wilayah terdampak karhutla.
Pemerintah masih melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari operasi darat hingga modifikasi cuaca. Penanganan akan terus dilakukan sambil menunggu musim hujan yang diperkirakan mulai turun sekitar akhir Oktober.
