Kopilot Flydubai Serang Pilot dengan Kapak, Diduga Terpapar Radikalisme Islam
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
DUBAI,GEOSIAR.CO.ID -Identitas kopilot Flydubai yang menyerang kapten pesawat di tengah penerbangan menuju Israel mulai terungkap. Hamam al-Hammami, warga negara Oman, disebut sebelumnya telah dikeluarkan dari pekerjaan atau pelatihan penerbangan di Oman Air setelah muncul kekhawatiran mengenai pandangan radikalnya.
Informasi tersebut diungkap CNN berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Al-Hammami disebut bekerja di Oman Air selama sekitar tujuh tahun dan meninggalkan maskapai tersebut pada Februari 2025.
Profil LinkedIn yang kemudian dihapus juga mencantumkan riwayatnya di Oman Air. Profil tersebut selanjutnya mengaitkannya dengan Royal Air Maroc pada 2025, sebelum kemudian bergabung dengan Flydubai.
Namun, Royal Air Maroc memberikan penjelasan berbeda mengenai statusnya. Kepada Associated Press, maskapai Maroko itu mengatakan al-Hammami hanya menjalani pelatihan selama tiga bulan pada 2025 sebagai bagian dari proses pra-kerja. Ia kemudian tidak terpilih untuk bekerja di maskapai tersebut.
Sumber CNN juga mengatakan al-Hammami sebelumnya dikeluarkan dari pekerjaan di Oman Air karena kekhawatiran terhadap pandangan ekstremnya. Seorang diplomat dari kawasan tersebut menyebut al-Hammami pernah dikeluarkan dari pelatihan penerbangan, meski kemudian mendapat peran lain di maskapai nasional Oman itu.
Informasi tersebut kini menjadi perhatian karena al-Hammami kemudian bekerja sebagai kopilot Flydubai dan berada di kokpit penerbangan FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv pada 30 September 2026.
Dalam penerbangan tersebut, al-Hammami diduga menyerang kapten Smit Machchhar menggunakan kapak darurat kokpit dan berusaha mengambil alih kendali pesawat. Serangan menyebabkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis.
Kapten Machchhar akhirnya berhasil membuka pintu kokpit sehingga kru dan penumpang dapat membantu melumpuhkan al-Hammami. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi. Lebih dari 170 orang berada dalam penerbangan tersebut.
Otoritas Uni Emirat Arab kemudian menyebut tindakan kopilot tersebut sebagai upaya “serangan teroris”. Al-Hammami ditahan setelah pesawat mendarat dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui motif serta apakah ada pihak lain yang terlibat.
Riwayat pekerjaan al-Hammami kini menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan, terutama karena muncul pertanyaan bagaimana seseorang yang sebelumnya disebut telah mendapat perhatian terkait pandangan ekstrem dapat kembali bekerja sebagai pilot dan kemudian ditugaskan dalam penerbangan menuju Israel.
CNN juga menemukan akun media sosial yang dikaitkan dengan nama al-Hammami. Sejumlah unggahan disebut menampilkan materi yang berkaitan dengan kelompok ekstremis. Namun, motif sebenarnya di balik serangan tersebut masih dalam penyelidikan dan tuduhan mengenai radikalisasi tersebut masih bersumber pada keterangan pejabat dan sumber yang dikutip media.
Pihak Flydubai menyatakan belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung.
Kasus ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai proses pemeriksaan latar belakang dan keamanan dalam perekrutan personel penerbangan, terutama setelah terungkap adanya persoalan dalam riwayat profesional al-Hammami sebelum bergabung dengan Flydubai.
