Obesitas Usia 17–29 Tahun Tingkatkan Risiko Kematian Dini hingga 70 Persen

GEOSIAR.CO.ID 30 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

SWEDIA, GEOSIAR.CO.ID -Penelitian terbaru dari Lund University, Swedia, menemukan bahwa obesitas pada usia muda meningkatkan risiko kematian dini secara signifikan.Studi yang melibatkan sekitar 600 ribu peserta ini menelusuri perubahan berat badan sejak usia 17 hingga 60 tahun. Hasilnya menunjukkan risiko kematian meningkat hingga 70 persen pada individu yang mengalami obesitas sejak usia 17 hingga 29 tahun.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal eClinicalMedicine ini menyoroti waktu terjadinya obesitas sebagai faktor kunci dalam menentukan risiko kesehatan jangka panjang. Temuan menunjukkan bahwa semakin dini seseorang mengalami obesitas, semakin besar dampak negatif yang ditimbulkan terhadap tubuh.

“Temuan paling konsisten adalah kenaikan berat badan di usia lebih muda berkaitan dengan risiko kematian dini yang lebih tinggi di kemudian hari,” kata epidemiolog Lund University, Tanja Stocks.

Peneliti menjelaskan bahwa durasi seseorang hidup dalam kondisi obesitas menjadi faktor utama yang memperburuk risiko tersebut. Paparan jangka panjang terhadap kelebihan berat badan meningkatkan beban metabolik dan mempercepat kerusakan organ tubuh.

Kondisi obesitas dalam waktu lama memicu berbagai gangguan biologis. Gangguan tersebut meliputi resistensi insulin, peradangan kronis, serta perubahan pada sistem pembekuan darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit serius.

Dampak tersebut berkaitan langsung dengan peningkatan risiko penyakit kronis. Penyakit yang paling sering muncul antara lain penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker.

Peneliti mencatat penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian yang terkait dengan obesitas. Risiko ini meningkat seiring lamanya seseorang hidup dengan kondisi kelebihan berat badan sejak usia muda.

“Temuan kami menunjukkan bahwa durasi obesitas mungkin menjadi faktor yang mendasari risiko tersebut,” tulis tim peneliti dalam laporan studi.

Studi ini juga menemukan bahwa kenaikan berat badan pada usia lebih tua tetap berisiko, namun dampaknya tidak sebesar jika terjadi sejak usia muda. Hal ini menunjukkan pentingnya periode awal kehidupan dalam menentukan kesehatan jangka panjang.

Penelitian turut mengungkap adanya perbedaan dampak antara pria dan wanita. Pada wanita, peningkatan risiko kematian akibat kanker tidak terlalu dipengaruhi oleh waktu awal terjadinya obesitas.

Epidemiolog Huyen Le menyatakan faktor hormonal kemungkinan berperan dalam perbedaan tersebut. Perubahan biologis seperti menopause disebut dapat memengaruhi hubungan antara obesitas dan risiko kanker.

Peneliti menekankan pentingnya intervensi sejak usia muda untuk mencegah obesitas. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kondisi berlangsung lama.

Temuan ini menjadi peringatan bagi masyarakat terkait dampak jangka panjang kenaikan berat badan di usia muda. Gaya hidup sehat sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko penyakit kronis dan kematian dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *