Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari langkah awal untuk merekonstruksi peristiwa yang terjadi di kawasan padat transportasi tersebut.
Polisi juga menegaskan bahwa seluruh kendaraan yang berada di sekitar lokasi saat insiden berlangsung akan didata untuk kepentingan penyelidikan.
Insiden tabrakan kereta tersebut sempat menimbulkan kepanikan di area stasiun. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas perkeretaapian, serta tim medis yang datang ke lokasi tidak lama setelah kejadian.
Sejumlah jalur di sekitar lokasi sempat mengalami pengalihan arus lalu lintas untuk memudahkan proses evakuasi korban dan pengamanan area. Aparat juga melakukan sterilisasi lokasi guna mencegah gangguan selama proses olah tempat kejadian perkara berlangsung.
“Pemeriksaan terhadap sopir dilakukan untuk memastikan apakah yang bersangkutan mengetahui atau melihat langsung rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kejadian,” ujar perwakilan kepolisian dalam keterangannya, sebagaimana dilaporkan Beritasatu.
Selain keterangan saksi, penyidik juga mengumpulkan rekaman kamera pengawas dari berbagai titik sekitar stasiun. Rekaman tersebut digunakan untuk menyusun kronologi detik-detik sebelum tabrakan terjadi.
Pihak operator perkeretaapian juga dilibatkan dalam proses investigasi guna mengevaluasi sistem keselamatan operasional di lintasan tersebut. Evaluasi mencakup aspek sinyal, komunikasi antarpetugas, hingga potensi faktor teknis.
Hingga saat ini, kepolisian belum menetapkan kesimpulan akhir terkait penyebab utama kecelakaan. Proses analisis data dan pemeriksaan saksi masih terus berlangsung secara bertahap.