Prabowo Subianto: Warga yang Tak Percaya Indonesia Dipersilakan ke Yaman

GEOSIAR.CO.ID 30 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Presiden Prabowo Subianto merespons narasi “Indonesia gelap” dengan menyatakan warga yang tidak percaya pada masa depan negara dipersilakan pindah ke luar negeri, termasuk Yaman.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum pidato di Jakarta pada 28 April 2026. Pemerintah menegaskan pembangunan nasional membutuhkan dukungan masyarakat yang optimistis.

Prabowo Subianto menyebut pandangan pesimistis terhadap kondisi Indonesia tidak sejalan dengan semangat pembangunan. Pemerintah membutuhkan partisipasi aktif masyarakat yang percaya terhadap arah kebijakan negara.

“Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan,” kata Prabowo Subianto dalam pidato di Jakarta, Senin (28/4/2026).

Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan memaksa warga negara untuk tetap tinggal di Indonesia. Keputusan untuk menetap atau pergi disebut sebagai hak individu setiap warga.

“Kalau ada yang tidak percaya, tidak usah ikut. Kita tidak memaksa,” kata Prabowo Subianto dalam kesempatan yang sama.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks respons terhadap narasi yang menyebut kondisi Indonesia berada dalam situasi suram. Pemerintah menilai narasi tersebut tidak mencerminkan kondisi objektif pembangunan nasional.

Prabowo Subianto menekankan Indonesia saat ini berada dalam jalur pembangunan yang terus berjalan. Pemerintah fokus pada penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah kalangan menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam menghadapi kritik. Pernyataan itu juga dinilai sebagai upaya membangun optimisme publik terhadap masa depan Indonesia.

Di sisi lain, muncul kritik yang menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kontroversi. Kritik tersebut berkaitan dengan pilihan diksi yang dianggap keras dalam merespons perbedaan pandangan.

Pemerintah menegaskan tetap membuka ruang bagi kritik yang konstruktif. Masukan dari masyarakat dinilai penting untuk perbaikan kebijakan publik ke depan.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan di tengah dinamika sosial dan politik nasional. Pemerintah berharap semangat persatuan dan optimisme tetap menjadi fondasi dalam pembangunan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *