Sugiono Geser, Diplomat Karier Arrmanatha Nasir Jadi Menlu Baru
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA,GEOSIAR.CO.ID -–– Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Posisi yang sebelumnya diisi Sugiono kini dipercayakan kepada diplomat karier Arrmanatha Christiawan Nasir.
Arrmanatha resmi dilantik sebagai Menlu di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih.
Pergantian ini menarik perhatian karena Arrmanatha bukan orang baru di Kementerian Luar Negeri. Pria yang akrab disapa Tata tersebut sebelumnya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024 dan telah menjalani karier diplomasi selama hampir tiga dekade.
Ia pernah menjalankan sejumlah penugasan sebagai pejabat Kementerian Luar Negeri, juru bicara, duta besar, hingga Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional lainnya.
Sementara itu, Sugiono tidak keluar dari kabinet. Dalam reshuffle yang sama, ia dipindahkan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno.
Setelah dilantik, Arrmanatha menegaskan pergantian menteri tidak berarti Indonesia akan meninggalkan kebijakan luar negeri yang selama ini dijalankan.
Menurut dia, politik luar negeri Indonesia tetap berpedoman pada amanat konstitusi dan arahan Presiden Prabowo.
“Mandat kita adalah amanat dari konstitusi dan ini telah dijalankan sangat baik oleh Bapak Sugiono dan tentunya kami akan teruskan apa yang telah sangat baik telah dilakukan oleh Bapak Sugiono dan tentunya juga kami akan mengikuti arahan-arahan dari Bapak Presiden karena pada akhirnya mandat polugri itu ada di Bapak Presiden,” kata Arrmanatha, Kamis (1/10/2026).
Arrmanatha juga membawa pengalaman panjang dalam diplomasi multilateral ke kursi Menlu. Rekam jejaknya mencakup penugasan di berbagai forum internasional, termasuk sebagai Wakil Tetap Indonesia untuk PBB.
Perubahan tersebut berlangsung ketika pemerintahan Prabowo kembali melakukan penataan sejumlah posisi strategis. Selain pergantian Menlu, reshuffle 1 Oktober juga mencakup posisi Kapolri, Kepala Staf Kepresidenan, sejumlah menteri koordinator, menteri, wakil menteri, serta pimpinan lembaga.
Dengan pengalaman Arrmanatha sebagai diplomat karier, perhatian berikutnya tertuju pada pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinannya. Namun, pada awal masa jabatannya, Arrmanatha secara terbuka menyatakan akan melanjutkan kebijakan yang telah berjalan dan mengikuti arahan Presiden.
