Wanita 21 Tahun Ungkap Dugaan Pelecehan oleh Betrand Peto di Depan Toilet
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret Betrand Peto atau Betrand Petro (BP), anak angkat presenter Ruben Onsu, memasuki babak baru.
Seorang perempuan berinisial ANW (21), yang mengaku menjadi korban, akhirnya buka suara mengenai dugaan kejadian yang berlangsung di sebuah klub malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.
ANW didampingi kuasa hukumnya, Nathaniel Hutagaol, saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026) malam.
Menurut ANW, dirinya bersama rekannya, DYP (22), awalnya datang ke klub malam tersebut sekitar pukul 02.00 WIB. Keduanya kemudian mendapat tawaran dari staf klub untuk bergabung ke private room yang ditempati Betrand bersama rombongannya.
“Kita datang di sana happy, ketemu sama teman-teman. Lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari klub tersebut yang bilang, ‘Mau enggak Kak ngeramein room-nya si BP ini?'” ujar ANW.
ANW mengatakan dirinya tidak menaruh kecurigaan terhadap tawaran tersebut. Ia bahkan mendapat penjelasan dari staf klub bahwa situasi di dalam ruangan aman.
“Aku enggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iyain. Si waitress ini sudah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, enggak bakal kenapa-kenapa,” tuturnya.
Mengaku Diserang di Depan Toilet
ANW menuturkan situasi awalnya berjalan biasa. Ia bersama DYP sempat bersulang dan menari dengan rombongan Betrand.
Namun, situasi berubah ketika ANW keluar ruangan untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di sofa luar. Saat kembali, DYP sedang berada di toilet.
ANW kemudian duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Tak lama kemudian, Betrand menghampirinya.
ANW mengaku sempat mengira dirinya akan diajak mencari DYP yang berada cukup lama di toilet. Namun, menurut pengakuannya, kejadian berbeda justru terjadi ketika mereka berada di depan pintu toilet.
“Saya enggak pernah ada pikiran negatif. Saya kirain dia mengajak saya untuk mengecek teman saya di toilet kenapa lama sekali. Ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin,” ujar ANW.
Ia mengatakan dugaan tindakan tersebut terjadi secara tiba-tiba.
“Enggak ada (omongan), dia langsung menyerang saya,” ucapnya.
Kuasa hukum ANW menyebut dugaan kejadian tersebut disertai kekerasan fisik dan pemaksaan. Ia mengatakan ANW sempat melakukan perlawanan.
“Bukan hanya dilecehkan, tapi ada kekerasan dan pemaksaan. Ini ada sikut, kemudian di leher, lalu tangannya biru dan memar karena ada pemaksaan. Ada juga bekas luka seperti cakaran,” kata Nathaniel.
ANW membenarkan dirinya melakukan perlawanan hingga mengalami luka memar.
“Sempat melakukan perlawanan. Kalau saya enggak melakukan perlawanan, ngapain biru-biru badan saya?” tegasnya.
Setelah berhasil melepaskan diri dengan bantuan staf klub, ANW bersama DYP kemudian mendatangi Polda Metro Jaya sekitar pukul 04.00 WIB.
Mereka membuat laporan polisi dan menjalani prosedur visum.
Ruben Onsu Disebut Akan Tanya Betrand
Sementara itu, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengatakan Ruben akan meminta penjelasan langsung dari Betrand terkait laporan tersebut.
Minola mengatakan Ruben tidak ingin mengambil kesimpulan secara terburu-buru sebelum mendengar penjelasan dari anaknya.
“Langkah awal tentunya Ruben akan bertanya kepada Onyo. Ruben juga enggak mau bersikap buru-buru,” kata Minola dalam wawancara melalui Zoom, Minggu (13/9/2026).
Menurut Minola, Ruben baru mengetahui informasi tersebut dan memilih menunggu waktu yang tepat untuk berbicara langsung dengan Betrand.
“Tadi pagi saya sempat berkomunikasi singkat dengan Ruben. Ruben mengatakan bahwa kalau informasi dari temannya Onyo mengatakan bahwa Onyo itu tidak terlibat dalam perkelahian atau apa pun yang disangkakan dilakukan oleh Onyo sesuai dengan pemberitaan yang ada,” tutur Minola.
Ia mengatakan informasi yang diterima Ruben dari teman Betrand justru menyebut orang lain yang terlibat dalam perkelahian.
“Karena kalau menurut temannya itu kepada Ruben, yang berkelahi itu adalah temannya Onyo, ya. Kenapa mesti Onyo yang dilaporin?” tambahnya.
Hingga kini, laporan tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian. Dugaan kekerasan seksual yang disampaikan ANW merupakan klaim pelapor dan belum menjadi kesimpulan hukum mengenai kesalahan Betrand.
Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara terang kronologi, pihak yang terlibat, serta fakta hukum dalam perkara tersebut.
