Rocky Gerung Puji Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -– Rocky Gerung memberikan penilaian positif terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Meski menyebut pemerintahan berjalan bagus, Rocky menegaskan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan pemerintahan.
Pernyataan itu disampaikan Rocky saat tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026), untuk menghadiri Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Saat dimintai tanggapan mengenai kinerja pemerintahan selama dua tahun terakhir, Rocky menjawab singkat sambil memperlihatkan gestur finger heart.
“Saya kasih nilai sip,” ujar Rocky.
Ia kemudian kembali menegaskan penilaiannya ketika ditanya mengenai perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Ya pasti bagus lah,” katanya.
Meski memberikan penilaian positif, Rocky tidak merinci program atau kebijakan tertentu yang menjadi dasar penilaiannya. Ia juga tidak menyebutkan indikator khusus untuk mengukur capaian pemerintahan selama dua tahun terakhir.
Di sisi lain, Rocky menilai usia pemerintahan yang telah mencapai dua tahun menjadi momentum untuk melakukan evaluasi.
“Ini juga perdana urgensinya karena dua tahun jadi harus dievaluasi,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut menempatkan evaluasi sebagai bagian penting dalam perjalanan pemerintahan, meskipun Rocky tidak menjelaskan secara terperinci aspek yang menurutnya perlu diperbaiki.
Evaluasi dua tahun pemerintahan dapat menjadi kesempatan untuk menilai pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala, serta menentukan kebijakan yang perlu diperkuat pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, persoalan pelaksanaan kebijakan energi menjadi salah satu isu yang turut muncul dalam pembahasan evaluasi pemerintahan. Antrean panjang dan kekosongan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah menjadi catatan terkait distribusi dan ketersediaan energi.
Dosen dan peneliti Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Ali Sahab, menilai pemerintah perlu memperkuat pelaksanaan kebijakan kemandirian energi sekaligus mendorong pengembangan bahan bakar alternatif dari sumber daya dalam negeri.
Berdasarkan pemantauan Ombudsman RI pada 13 Oktober 2026, terdapat persoalan antrean panjang dan kekosongan jenis BBM tertentu di sejumlah daerah. Gangguan tersebut antara lain berkaitan dengan distribusi, keterbatasan armada, keterlambatan pengiriman, serta ketidaksesuaian pasokan dengan kebutuhan di wilayah tertentu.
Ali menilai pengembangan energi alternatif perlu disertai kajian kelayakan teknis, biaya produksi, ketersediaan bahan baku, dan dampak lingkungan. Pemerintah juga perlu memastikan pembenahan distribusi berjalan agar pasokan BBM dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selain pengembangan energi alternatif, kebijakan biodiesel B50 menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati. B50 merupakan bahan bakar diesel dengan campuran biodiesel sebesar 50 persen.
Berbagai persoalan tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi kebijakan berdasarkan pelaksanaan dan hasil yang dapat diukur. Namun, Rocky sendiri tidak menguraikan isu energi maupun persoalan kebijakan tertentu ketika memberikan penilaian terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Istana Kepresidenan.
