Rp3 Juta untuk Rumah, Rp5 Juta untuk Bangkit Berusaha
Setiap keluarga penerima mendapat total Rp8 juta yang dibagi ke dalam dua pos. Rp3 juta dialokasikan untuk pengisian perabotan hunian, sementara Rp5 juta sisanya diberikan sebagai stimulan penguatan ekonomi agar keluarga terdampak bisa memulai kembali aktivitas usaha yang sempat lumpuh akibat bencana.
“Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp2.912.000.000 yang dialokasikan untuk 364 Kepala Keluarga yang tersebar di 11 kecamatan,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapanuli Utara, Bontor Hutasoit, dalam laporan tertulisnya yang diterima Antara, Minggu (29/3/2026). Penyaluran melalui PT Pos Indonesia dipilih untuk memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang benar.
Bupati Ingatkan soal Kejujuran Data
Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat tidak sekadar hadir untuk menyerahkan bantuan. Ia menyampaikan catatan serius soal pentingnya kejujuran data dalam proses verifikasi yang masih berjalan, sambil mencontohkan kasus di mana data penerima hunian tetap menyusut dari 103 kepala keluarga menjadi 70 setelah sebagian warga memilih mundur secara mandiri.
“Kami berharap masyarakat terdampak harus jujur dalam memberikan data agar tidak terjadi kekisruhan di lapangan. Kejujuran ini sangat kami hargai demi keadilan bagi seluruh warga,” kata Bupati Jonius dalam keterangan tertulis Kominfo Taput yang diterima Antara, Minggu (29/3/2026). Ia secara khusus meminta penerima bantuan tidak menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan konsumtif, melainkan benar-benar dipakai sebagai modal bangkit setelah bencana.