364 Keluarga Korban Bencana Tapanuli Utara Mulai Terima Bantuan Rp2,9 Miliar dari Kemensos

GEOSIAR.CO.ID 30 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

TAPANULI UTARA, GEOSIAR.CO.ID -Hampir setahun setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Tapanuli Utara pada 2025, ratusan keluarga terdampak akhirnya mulai menerima bantuan konkret dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara secara resmi menyalurkan bantuan isi hunian dan stimulan penguatan ekonomi senilai Rp2,9 miliar dari Kementerian Sosial RI kepada 364 kepala keluarga yang tersebar di 11 kecamatan, bekerja sama dengan PT Pos Indonesia pada Minggu (29/3/2026).

Rp3 Juta untuk Rumah, Rp5 Juta untuk Bangkit Berusaha

Setiap keluarga penerima mendapat total Rp8 juta yang dibagi ke dalam dua pos. Rp3 juta dialokasikan untuk pengisian perabotan hunian, sementara Rp5 juta sisanya diberikan sebagai stimulan penguatan ekonomi agar keluarga terdampak bisa memulai kembali aktivitas usaha yang sempat lumpuh akibat bencana.

“Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp2.912.000.000 yang dialokasikan untuk 364 Kepala Keluarga yang tersebar di 11 kecamatan,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapanuli Utara, Bontor Hutasoit, dalam laporan tertulisnya yang diterima Antara, Minggu (29/3/2026). Penyaluran melalui PT Pos Indonesia dipilih untuk memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang benar.

Bupati Ingatkan soal Kejujuran Data

Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat tidak sekadar hadir untuk menyerahkan bantuan. Ia menyampaikan catatan serius soal pentingnya kejujuran data dalam proses verifikasi yang masih berjalan, sambil mencontohkan kasus di mana data penerima hunian tetap menyusut dari 103 kepala keluarga menjadi 70 setelah sebagian warga memilih mundur secara mandiri.

“Kami berharap masyarakat terdampak harus jujur dalam memberikan data agar tidak terjadi kekisruhan di lapangan. Kejujuran ini sangat kami hargai demi keadilan bagi seluruh warga,” kata Bupati Jonius dalam keterangan tertulis Kominfo Taput yang diterima Antara, Minggu (29/3/2026). Ia secara khusus meminta penerima bantuan tidak menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan konsumtif, melainkan benar-benar dipakai sebagai modal bangkit setelah bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *