@sinagaaj02 Menang Poin, @nabila_safitri Keluar Dirawat Medis
Di kelas influencer TikTok, @sinagaaj02 menang poin atas @sitikamsembat melalui tiga ronde penuh yang berjalan sengit. Keputusan hakim berpihak kepada @sinagaaj02 yang tampil lebih dominan dan mampu mengontrol jalannya laga dari menit pertama hingga bel terakhir berbunyi.
Laga lainnya berakhir lebih dramatis. @nabila_safitri harus menelan kekalahan KO dari @rerelastgirl setelah terkena kuncian leher yang membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan. Ia harus mendapat perawatan medis di arena sebelum bisa meninggalkan ring, dan kondisinya langsung menyita perhatian penonton yang memadati Carnaval Arty Sampantao malam itu.
Tantangan Terbuka Langsung dari Atas Ring
Kemenangan @sinagaaj02 tidak selesai dengan diangkatnya tangan oleh wasit. Saat diberi kesempatan menyampaikan kata-kata kemenangan di hadapan penonton, ia justru langsung menantang @tattoomedan untuk bertemu di atas ring pada event berikutnya. Tantangan itu disampaikan terbuka di depan penonton yang langsung bergemuruh dan menjadikannya salah satu momen paling viral dari malam puncak JFC Season 2.
Jika terwujud, duel antara @sinagaaj02 dan @tattoomedan diprediksi akan menjadi laga yang paling ditunggu di Season 3. Persaingan antara dua nama besar di dunia konten Sumatera Utara itu dipastikan akan kembali menarik penonton dalam jumlah besar ke arena.
Jeka Saragih Janjikan Sabuk Tiktokers Sumatera Utara di Season 3
Menutup malam puncak, Jeka Saragih selaku promotor dan penggagas JFC menyatakan komitmennya menggelar Season 3 dengan sabuk yang lebih spesifik, yakni Sabuk Tiktokers Sumatera Utara, yang dirancang untuk mengapresiasi para kreator konten yang berani turun ke dunia bela diri.
“Kita ingin menciptakan wadah bagi atlet-atlet di Sumatera Utara untuk bertanding. Tujuannya juga agar anak-anak muda lebih memilih olahraga, hidup sehat, dan menjauhi narkoba maupun kenakalan remaja,” kata Jeka kepada Tribun Medan sebelum event berlangsung. Hadirnya kelas influencer TikTok terbukti menjangkau segmen penonton yang lebih luas dari biasanya, membuktikan olahraga tarung dan budaya digital bisa berjalan beriringan di tangan generasi muda Sumatera Utara.