RI dan Jepang Sepakati Kemitraan Taman Nasional Bersaudara, Komodo Siap Dikirim ke Luar Negeri

GEOSIAR.CO.ID 1 April 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

TOKYO, GEOSIAR.CO.ID -Indonesia dan Jepang menyepakati kerja sama sister park atau kemitraan taman nasional bersaudara dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mengusulkan pengembangan kemitraan antara Fuji-Hakone-Izu National Park di Jepang dengan salah satu taman nasional di Indonesia, dengan fokus pada pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas pengelolaan kawasan konservasi bertaraf dunia.

Investasi Karbon dan Pasar Karbon Sukarela

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka di Tokyo, Selasa (31/3/2026), Raja Juli juga mengundang sektor swasta Jepang untuk berinvestasi di sektor karbon Indonesia, khususnya melalui kegiatan penanaman dan rehabilitasi hutan di kawasan taman nasional. Peluang ini semakin terbuka dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon yang memungkinkan penerapan pasar karbon sukarela secara lebih terstruktur. “Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama untuk mendorong solusi inovatif berbasis alam menghadapi tantangan perubahan iklim global,” kata Raja Juli.

Ia menambahkan, pertemuan bilateral tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo yang bertujuan mempererat hubungan bilateral kedua negara. Ia berharap kerja sama ini memperkuat pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta tata kelola menuju pengembangan taman nasional berkelas dunia.

Komodo untuk Konservasi Luar Negeri

Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Prefektur Shizuoka terkait perlindungan dan konservasi satwa liar. Kerja sama itu mencakup program breeding loan komodo, yakni peminjaman komodo dari Indonesia ke lembaga konservasi luar negeri untuk dikembangbiakkan di luar habitat aslinya sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies ikonik Indonesia secara berkelanjutan. Jepang juga mengundang Indonesia bergabung dalam Asia Protected Areas Partnership, jaringan kawasan lindung yang saat ini melibatkan 17 negara Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *