BGN Beli Semir Senilai Rp 1,5 M, Dadan: Pengadaan di Universitas Pertahanan

GEOSIAR.CO.ID 20 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Isu pengadaan semir dan sikat sepatu senilai Rp 1,5 miliar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Kepala BGN Dadan Hindayana buka suara dan menyebut pembelian tersebut merupakan bagian dari perlengkapan pendidikan peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2025.

Penjelasan itu disampaikan Dadan kepada wartawan pada Jumat (17/4/2026) untuk meredam kegaduhan yang berkembang di media sosial.

Program SPPI dirancang sebagai penyedia sumber daya manusia pendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peserta dibekali pendidikan dan pelatihan yang mencakup tujuh paket kelengkapan perorangan lapangan. Total nilai pengadaan tujuh paket tersebut mencapai sekitar Rp 1,52 miliar.

“Ini bagian dari perlengkapan pendidikan peserta SPPI,” kata Dadan Hindayana kepada wartawan, Jumat (17/4/2026). Ia menegaskan pengadaan tersebut sah secara prosedur.

Anggaran pendidikan SPPI, menurut Dadan, memang berasal dari BGN. Namun, pelaksanaan pengadaan barang dilakukan melalui skema swakelola tipe II dengan melibatkan Universitas Pertahanan. Mekanisme itu memindahkan tanggung jawab proses pengadaan dari BGN ke lembaga mitra.

“Jadi pengadaan ada di Universitas Pertahanan,” ujar Dadan. Skema swakelola tersebut menjadi dasar pelaksanaan pengadaan lintas-lembaga.

Dadan merinci alokasi pengadaan dari tujuh paket kelengkapan tersebut. Pengadaan semir sepatu senilai sekitar Rp 1,25 miliar, sedangkan pengadaan sikat semir sekitar Rp 272 juta. Jika dihitung per unit, harga semir sepatu sekitar Rp 41.470 dan sikat semir Rp 10.780 per unit.

Pengadaan diperuntukkan bagi 30.299 peserta SPPI yang mengikuti pendidikan dan pelatihan. Perlengkapan tersebut, menurut Dadan, merupakan kebutuhan standar untuk menunjang kegiatan lapangan peserta program.

Data realisasi pengadaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mencatat sedikitnya 12 paket kontrak pengadaan semir dan sikat sepatu pada anggaran BGN tahun 2025. Total nilai kontrak tercatat mencapai Rp 1,57 miliar. Nilai kontrak bervariasi mulai Rp 17,43 juta hingga Rp 610,2 juta.

Enam perusahaan tercatat sebagai penyedia pengadaan tersebut. PT Gajah Mitra Paragon memperoleh dua kontrak terbesar, yakni paket semir senilai Rp 610,2 juta dan sikat semir Rp 158,62 juta. Perusahaan lain yang terlibat antara lain PT Bijee Galang Indonesia dan PT Tempa Bersama, sebagaimana dilaporkan Tempo.

Keterangan tertulis sebelumnya dari Dadan menyatakan setiap pembelian barang dan jasa oleh BGN dilakukan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Ia menegaskan pengadaan menjadi bagian dari kebutuhan operasional pelaksanaan MBG. Proses penganggaran hingga pengawasan, menurut Dadan, telah mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Setiap penggunaan anggaran negara di lingkungan BGN telah melalui mekanisme perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).

Pengadaan barang dan jasa BGN belakangan memang disorot publik. Sebagian pengadaan dinilai tidak berkaitan langsung dengan perbaikan gizi maupun penanganan stunting yang menjadi tugas utama lembaga. Kritik juga muncul karena pengadaan dilakukan saat pemerintahan Prabowo Subianto memberlakukan kebijakan penghematan anggaran sejak 2025 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *