Elpiji 12 Kg di Labuan Bajo Langka, Harga Pengecer Tembus Rp380 Ribu per Tabung
GEOSIAR.CO.ID 24 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
LABUAN BAJO, GEOSIAR.CO.ID -Tabung elpiji ukuran 12 kilogram di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan langka dengan harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp380 ribu per tabung.
Kenaikan harga terjadi dalam kurun dua pekan terakhir dari sebelumnya di kisaran Rp285 ribu hingga Rp295 ribu per tabung.
Kelangkaan disebut turut dipicu lonjakan permintaan untuk operasional program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan peningkatan aktivitas pariwisata di destinasi super prioritas tersebut.
Pantauan di pasaran menunjukkan harga elpiji 12 kg di tingkat pengecer berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp380 ribu per tabung.
Stok elpiji 12 kg di sejumlah toko ritel seperti MTM Mart dilaporkan habis dan belum tersedia kembali.
Pihak MTM Mart tetap mempertahankan harga jual Rp285 ribu per tabung sebagai upaya menjaga stabilitas harga bagi konsumen meski harga di pasar telah naik tajam.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain hanya untuk memperoleh satu tabung elpiji.
Kondisi tersebut menekan pelaku usaha kecil seperti pemilik warung makan, kafe, dan sektor pariwisata yang sangat bergantung pada ketersediaan energi tersebut.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma mengimbau agar operasional program MBG menggunakan elpiji ukuran 50 kilogram untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.
Menurut Johni, langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan elpiji 12 kilogram bagi rumah tangga.
Kelangkaan elpiji di Labuan Bajo terjadi bersamaan dengan kenaikan resmi harga elpiji nonsubsidi secara nasional sejak 18 April 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (Partai Golkar) sebelumnya menyatakan kenaikan harga itu merupakan dampak terganggunya distribusi energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Harga resmi elpiji nonsubsidi 12 kg dari Pertamina Patra Niaga per April 2026 ditetapkan berkisar antara Rp192 ribu hingga Rp249 ribu per tabung tergantung provinsi.
Selisih antara harga resmi dan harga pasar di Labuan Bajo mencapai sekitar Rp130 ribu hingga Rp190 ribu per tabung.
Pelaku usaha berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengawasan distribusi dan operasi pasar untuk memastikan tidak ada praktik penyimpangan dalam rantai pasok elpiji.
www.geosiar.co.id

