Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya Gandeng KBRI Belgia untuk Buka Pasar Eropa
GEOSIAR.CO.ID 11 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA , GEOSIAR.CO.ID -Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya yang juga politikus senior Partai Demokrat menggandeng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belgia untuk membuka akses pasar ekonomi kreatif Indonesia ke Eropa.
Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Teuku Riefky dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg, dan Uni Eropa, Andy Rachmianto, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Audiensi tersebut menyasar pengembangan subsektor kuliner, film, animasi, gim, fesyen, komik, dan kriya di pasar Eropa.
Teuku Riefky menyatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan peningkatan lapangan kerja berkualitas melalui pengembangan industri kreatif.
“Maka, ekonomi kreatif bukan hanya tentang karya, tetapi juga masa depan generasi muda Indonesia. Intinya, Kementerian Ekraf siap mengakselerasi local hero go national and national champion go global (jagoan lokal naik ke tingkat nasional, dan jagoan nasional menembus pasar global) melalui dukungan kolaborasi KBRI di berbagai negara termasuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa,” kata Teuku Riefky di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, sektor ekonomi kreatif pada 2025 mencatat realisasi investasi Rp183 triliun atau 134 persen dari target nasional. Pencapaian tersebut juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja bagi generasi milenial dan Gen Z.
Indonesia akan menggunakan momentum penyelenggaraan World Conference Creative Economy (WCCE) 2026 atau Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia ke-5 untuk memperkuat posisi sebagai pusat diplomasi ekonomi kreatif global. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran pada 21-23 Oktober 2026 dengan target peserta sekitar 80 negara.
“Rencananya, kami akan mengadakan rangkaian Oktober Kreasi yang mana ada perayaan Hari Ekraf Nasional sekaligus World Conference Creative Economy (WCCE) 2026. Tentunya dari pihak Dubes RI bisa memberikan rekomendasi siapa saja tokoh-tokoh ekraf dunia yang menginspirasi dan bisa diundang ke acara ini,” ujar Teuku Riefky.
Duta Besar Andy Rachmianto menyatakan KBRI Belgia siap mendukung penguatan kerja sama subsektor kuliner, film, animasi, dan fesyen. Ia juga mengundang sineas Indonesia untuk berpartisipasi dalam Brussels International Film Festival (BRIFF) yang dijadwalkan digelar September 2026.
“Mengingat Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa sudah memiliki industri kreatif yang relatif maju, maka saya menyampaikan beberapa potensi kerjasama untuk subsektor kuliner seperti kopi, animasi, film, dan fesyen. Kebetulan, bulan September yang akan datang, kami juga akan mengadakan Brussels International Film Festival (BRIFF). Kami mengharapkan ada film-film Indonesia yang bisa kita tampilkan di acara tersebut,” kata Andy Rachmianto pada audiensi tersebut, Jumat (8/5/2026).
WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” (Kreatif Inklusif: Kesinambungan Kolektif). Konferensi tersebut akan mempertemukan pegiat industri kreatif, akademisi, dan organisasi internasional untuk membahas berbagai isu, termasuk disrupsi kecerdasan buatan, perlindungan kekayaan intelektual, dan ekonomi kreatif berkelanjutan.
Pada 2024, sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp1.611,15 triliun atau 7,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang. Pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB mencapai 8,0 hingga 8,4 persen pada 2029.
Sebelum bertemu Dubes Belgia, Teuku Riefky pada Oktober 2025 juga telah menjajaki kolaborasi dengan Organisasi Negara-Negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS) di bidang ekonomi kreatif.
www.geosiar.co.id

