Seskab Teddy: Kelebihan Biaya Kunjungan Luar Negeri Prabowo Ditanggung Dana Pribadi
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
2 Juni 2026, ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan biaya tambahan yang muncul di luar anggaran resmi negara dalam perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto tidak dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kelebihan biaya tersebut, kata Teddy, ditanggung langsung menggunakan dana pribadi Presiden.
Penjelasan itu disampaikan Teddy menyusul munculnya kritik terhadap frekuensi kunjungan luar negeri Prabowo sejak menjabat Presiden.
Sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas serta besaran biaya yang dikeluarkan negara dalam setiap lawatan kenegaraan tersebut.
Teddy mengatakan pemerintah telah beberapa kali menjelaskan mekanisme pembiayaan perjalanan Presiden ke luar negeri. Menurut dia, anggaran negara digunakan sesuai ketentuan yang berlaku dan memiliki batas yang jelas.
“Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy sebagaimana disampaikan melalui keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).
Teddy juga membantah anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden dilakukan hanya untuk kepentingan pencitraan atau menunjukkan eksistensi di forum internasional.
Pemerintah menilai hasil diplomasi harus diukur dari manfaat yang diperoleh Indonesia, baik dalam bentuk kerja sama ekonomi maupun investasi.
Menurut Teddy, jumlah rombongan yang menyertai Presiden dalam kunjungan luar negeri saat ini juga lebih kecil dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari efisiensi penggunaan anggaran negara.
Teddy menjelaskan Presiden bersama Menteri Luar Negeri Sugiono mempertimbangkan secara selektif agenda internasional yang perlu dihadiri secara langsung. Tidak semua undangan luar negeri, kata dia, dihadiri Presiden apabila dapat dilakukan melalui komunikasi virtual atau perwakilan pemerintah.
Pemerintah juga menyoroti sejumlah hasil yang diperoleh dari agenda diplomasi luar negeri. Teddy menyebut kunjungan Presiden ke beberapa negara menghasilkan komitmen investasi yang masuk ke Indonesia dalam berbagai sektor strategis.
Pernyataan tersebut muncul setelah kritik terhadap agenda luar negeri Presiden kembali mencuat dalam ruang publik. Pemerintah menegaskan diplomasi internasional tetap menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.
www.geosiar.co.id
