Rupiah Anjlok, BPOM Bergerak Cegah Harga Obat Ikut Naik
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar menyiapkan lima langkah untuk meredam dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap harga obat di pasaran.
Ketergantungan industri farmasi nasional terhadap bahan baku impor membuat biaya produksi meningkat seiring anjloknya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Taruna menyatakan BPOM telah mengundang pelaku industri farmasi untuk menyampaikan kendala yang dihadapi dan mendorong mereka tidak terburu-buru menaikkan harga produk.
“Tujuannya apa? Jangan langsung menaikkan harga. Kami sudah membantu agar pasokan untuk masyarakat tetap terjaga,” kata Taruna Ikrar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Langkah pertama adalah mempermudah proses perizinan bagi perusahaan yang ingin beralih ke pemasok bahan baku yang lebih kompetitif. Taruna menjelaskan selama ini perpindahan sumber bahan baku dari satu negara ke negara lain membutuhkan serangkaian pengujian yang menyita biaya dan waktu.
“Misalnya perusahaan sebelumnya mengimpor bahan baku dari Belanda, lalu ingin beralih ke India. Biasanya diperlukan uji stabilitas, uji standar, dan berbagai persyaratan lainnya yang cukup besar,” kata Taruna Ikrar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Langkah kedua berupa relaksasi sebagian proses pengujian bahan baku. BPOM dapat mengurangi sejumlah uji tambahan apabila negara asal bahan baku telah memiliki dokumen standar mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Perusahaan bisa melakukan perpindahan tanpa perlu melakukan berbagai uji tambahan, selama dokumen standardisasi dari negara asal sudah tersedia,” ujar Taruna Ikrar.
Langkah ketiga adalah memberikan fleksibilitas penggantian kemasan obat ke alternatif yang lebih ekonomis. BPOM memperbolehkan perusahaan mengganti kemasan berbahan plastik dengan bahan lain yang lebih murah, selama tetap memenuhi standar keamanan.
“Kalau dia mau ganti kemasan, dari yang dulunya plastik menjadi hanya kertas, itu sudah mengurangi bebannya. Itu bagian dari diskresi Badan POM,” ujar Taruna Ikrar.
Langkah keempat adalah mendorong industri farmasi menahan kenaikan harga produk. BPOM menegaskan berbagai kemudahan yang diberikan bertujuan membantu industri menekan biaya operasional sehingga harga obat di tingkat konsumen tidak langsung terkerek naik.
Langkah kelima adalah menjalin koordinasi dengan otoritas pengawas obat di berbagai negara untuk mencari solusi bersama menghadapi gejolak harga bahan baku dan gangguan rantai pasok global akibat ketidakpastian geopolitik.
